Dialektiva

Dialektiva

  • WpView
    Reads 351,240
  • WpVote
    Votes 59,507
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 11, 2022
Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?
Creative Commons (CC) Attribution
#95
selfimprovement
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • KISAH DI BALIK KESALAHAN
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • ALLAND
  • Everything is You
  • Nyanyian Burung di Ufuk Senja
  • Secret Admirer : Untukmu Yang Tak Tahu
  • Tingkat Dua
  • Love Letters [END]

Satu malam penuh gairah seharusnya hanya jadi kenangan samar. Tapi kenapa justru terasa seperti awal dari segalanya? Magisha tak pernah menyangka, malam itu akan membawanya ke pelukan Azzrael, pria asing dengan tatapan yang begitu membakar. Dentuman musik, desir alkohol, dan keberanian sesaat membuat mereka melangkah terlalu jauh. Pagi menjelang, tanpa nama, tanpa janji, hanya kenangan kabur yang seharusnya terkubur bersama malam. Mereka berpikir semuanya berakhir di sana. Tapi takdir rupanya belum selesai bermain. Tanpa mengenali satu sama lain, Magisha dan Azzrael dipertemukan kembali sebagai mahasiswa di kampus yang sama. Anehnya, kali ini mereka merasakan getaran yang tak bisa dijelaskan - jatuh cinta pada pandangan pertama, padahal sesungguhnya, ini bukanlah pertama kalinya. Tapi kisah cinta ini jauh dari sederhana. Azzrael telah memiliki kekasih. Dan lebih rumit lagi, sahabatnya sendiri, Baskara, diam-diam juga memendam rasa pada Magisha. Di antara kenangan samar masa lalu, janji yang terikat, dan perasaan yang mulai tumbuh, mereka terjebak dalam kisah cinta segitiga yang rumit. Apakah Azzrael akan memilih cinta yang baru bersemi atau setia pada hubungan yang sudah lama terjalin? Akankah Magisha dan Azzrael akhirnya menyadari benang takdir yang telah mempersatukan mereka sebelumnya? Dan di mana tempat Baskara dalam kisah ini - sebagai sahabat setia, atau rival dalam cinta? Malam itu hanyalah awal dari rahasia yang lebih besar. Saat masa lalu perlahan terungkap, pilihan hati pun harus ditentukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines