We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Possessive Kyle

Possessive Kyle

  • WpView
    Reads 103,736
  • WpVote
    Votes 4,422
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan menyuruhku tenang Mia!, sekarang katakan padaku, bajingan mana yang yang membuatmu berubah!!!" bentak Kyle sekali lagi "Tidak ada pria lain Kyle!" Mendengar hal itu Kyle sedikit melemaskan bahunya, untuk sejenak di sedikit tenang mendengar hal itu. "Tidak ada pria lain, sungguh?" "Ya, maaf aku mengacau, harusnya aku tidak bersikap berlebihan saat ini" kataku sambil menundukkan kepala tidak berani menatap Kyle yang masih menatapku dengan pandangan tajam dan dinginnya, astaga dia benar-benar marah padaku kali ini.
All Rights Reserved
#892
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • [COMPLETED] 7 Days
  • ADA CINTA
  • Love & Lost
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • LILIANE (FINISHED)
  • In the Future Without You

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

More details
WpActionLinkContent Guidelines