Distorsi Rasa

Distorsi Rasa

  • WpView
    Reads 670
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Warning! 18+. *** "Tak cukup jika aku hanya memiliki cintamu," ujarku sembari menampilkan senyum menggoda pada lelaki tampan di hadapanku. Jari-jari lentikku mulai menyentuh dada bidangnya dan menggerakkannya dengan gerakan memutar disana. 'Ash, aku sangat menginginkannya saat ini juga.' "Tidak!" tolaknya mentah-mentah. "Tidak untuk saat ini, Clara." Aku terdiam dan memandanginya dengan tatapan nanar. 'Sudah cukup penolakan darimu,' gumamku dalam hati. Seketika itu juga, sekelebat ide muncul dalam benakku. Aku tersenyum dalam hati. "Aku sangat mencintaimu," bisikku di telinga kirinya. Sungguh, aku tak tau akibat dari perbuatanku nanti. Yang jelas, aku akan memilikinya seutuhnya. *** Awal publikasi: 30 Mei 2018 ^PingStory^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MASKED MAN
  • Wrong Dream
  • Gadis Bakung Lelaba Merah & Pria Mawar Hitam
  • Sereia's Harem [End]
  • Be His Mistress
  • LELAH
  • WEDDING VOWS
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • GARIS LUKA

🔞 Disturbing Content "Di tengah reruntuhan kota yang dibakar perang, seorang wanita tak bersenjata ditangkap oleh tentara bertopeng yang menyimpan obsesi berbahaya. Antara dominasi, cinta, dan dendam-hanya satu yang bisa bertahan." Di tengah reruntuhan sebuah negara kecil yang hancur oleh perang, seorang wanita muda berusia 25 tahun bertahan hidup dalam kesendirian dan trauma. Ia tak punya senjata, tak punya pelindung-hanya sisa-sisa ingatan dari masa damai yang telah lama hilang. Hingga suatu hari, ia ditangkap oleh Vex, prajurit bertopeng dari satuan elit negara penjajah yang menuduhnya sebagai bagian dari kelompok teroris. Sosok dingin dan brutal itu hanya dikenal lewat topeng hitamnya dan tatapan yang tak pernah menunjukkan belas kasihan. Namun dalam diamnya, Vex menyimpan rahasia kelam. Tanpa mengenal wajahnya, wanita itu terpaksa hidup bersamanya dalam pengasingan. Apa yang dimulai sebagai interogasi berubah menjadi ikatan berbahaya-relasi yang dilandasi oleh kebencian, gairah, dan dominasi. Sementara Vex mulai terjerat oleh pesona dan luka masa lalu sang wanita, ia juga dihantui oleh kenyataan bahwa misinya dulu adalah awal dari kehancurannya sendiri. Namun ketika kebenaran tentang negaranya terungkap-bahwa semua perang dan pembenaran hanyalah kedok untuk penjajahan-Vex dihadapkan pada pilihan: tetap menjadi alat sistem, atau melawan demi satu-satunya wanita yang pernah membuatnya merasa hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines