Distorsi Rasa

Distorsi Rasa

  • WpView
    Reads 670
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 8, 2018
Warning! 18+. *** "Tak cukup jika aku hanya memiliki cintamu," ujarku sembari menampilkan senyum menggoda pada lelaki tampan di hadapanku. Jari-jari lentikku mulai menyentuh dada bidangnya dan menggerakkannya dengan gerakan memutar disana. 'Ash, aku sangat menginginkannya saat ini juga.' "Tidak!" tolaknya mentah-mentah. "Tidak untuk saat ini, Clara." Aku terdiam dan memandanginya dengan tatapan nanar. 'Sudah cukup penolakan darimu,' gumamku dalam hati. Seketika itu juga, sekelebat ide muncul dalam benakku. Aku tersenyum dalam hati. "Aku sangat mencintaimu," bisikku di telinga kirinya. Sungguh, aku tak tau akibat dari perbuatanku nanti. Yang jelas, aku akan memilikinya seutuhnya. *** Awal publikasi: 30 Mei 2018 ^PingStory^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be His Mistress
  • Game Of Obsession
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Taste Of Love
  • Amor Eterno
  • Sereia's Harem [End]
  • DIGNITY 21+ (Tahap Revisi Alur)
  • Wrong Dream
  • SHAKARA (END)

Di malam yang bersalju, Kanna melihat seorang pemuda bertubuh kurus yang duduk di kursi taman. Kanna baru saja pulang dari kantor dan taman itu memang biasa ia lewati. Pemuda itu tampak pucat. Kedinginan. Tatapannya kosong; ia seperti kehabisan energi untuk hidup. Kehilangan keinginan untuk bertahan. Dengan kasihan, Kanna menghampiri dan memayunginya. "Anu... Apakah kau baik-baik saja?" Perlahan, pemuda itu mendongak dan menatap Kanna. Matanya berwarna mint. Warnanya terang, tetapi kehilangan cahayanya. Pemuda itu hanya diam. "Di rumahku ada makanan dan minuman hangat. Apakah kau mau mampir sebentar?" Ah, andai saja Kanna ingat pesan ibunya untuk tidak membawa masuk sembarang orang ke rumah, niscaya Kanna takkan tahu bahwa ke depannya pemuda itu akan memujanya seakan-akan ia adalah dewi. Pemuda itu mulai terobsesi padanya, menempel padanya, dan benar-benar takut ditinggalkan olehnya. Pemuda itu jadi menganggap bahwa ia hidup hanya untuk Kanna. Ia ingin berguna untuk Kanna. Ia tidak apa-apa menjadi 'peliharaan', disakiti, atau apa pun oleh Kanna, asal Kanna bisa tetap bersamanya, ....selamanya. ****** Judul Bahasa Indonesia: Menjadi sang Nyonya

More details
WpActionLinkContent Guidelines