"Aku yang membunuhnya."
Pengakuan yang terlontar dari mulutnya berhasil membuat bulu kudukku berdiri.
"Sungguh?" aku menatapnya tak percaya.
"Ya, walau bukan benar-benar aku yang melakukannya.
Karna itu, izinkan aku pergi untuk selamanya, sebelum kau menjadi korbanku yang selanjutnya."
.
"Bagaimana caraku menghentikan perjanjian konyol ini?"
"Mudah saja, tepati janji yang kau ingkari.Dan kau akan bebas."
.
He strong, i know that..
but maybe he tired to be strong.
.
Wanna One
Mystery/thriller , fiction , songfic (beberapa part saja)
Started : 180525
Happy read :)
Creative Commons (CC) Attribution