LALA
  • WpView
    Reads 483
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2023
Seorang gadis kecil berusia 2 tahun sudah di suguhkan masalah yang amat berat baginya. Ia Lala Alexa Wijaya, ia sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan ke 4 orang dewasa itu, namun dia cukup mengerti tentang raut wajah mereka, bahwa mereka tengah mengobrol serius. "Lala bersama kami" ujar suami Vina kakak sepupu Viona "dan Tio kami kembalikan" lanjutnya sambil melirik Tio yang sedang bermain dengan kakanya "kalian bisa menengok Lala kapan pun kalian mau, rumah kita bersebelahan bukan?" Ucap Vina "baiklah, ambil saja Lala" Viona pasrah "Lala berada di kamarnya, bawa saja dia" Dude menunjuk kamar Lala ****** Jika semuanya sedang menulis kisah tentang perjalanan anak SMA, kini aku menulis tentang berjalan seorang anak gadis yang pilu. Penasaran kan? Yuk baca ya 😁
All Rights Reserved
#21
pelik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Dimensions||Enhypen||
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Elvio ||on going||
  • Secret In Silence
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Is It Home ?
  • Outcast; How to Get a Happiness?  [END]

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines