We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kelam
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 4, 2018
WpInfo
Fiction
Horror
Bagaimana perasaanmu bila semua hal yang ada di dalam dunia mimpimu merangsek ke dalam kehidupan nyatamu? Apakah kamu akan senang? Sedih? Terkejut? Heroik? Ketakutan? Sejujurnya aku tak peduli dengan kisahmu, karena yang kutorehkan disini adalah kisahku, bukan kisahmu. Ingat, KISAHKU, BUKAN KISAHMU! Aku tak peduli kalau suatu hal terjadi pada kalian. Aku tak peduli kalau kutukan ini menyebar. Sejujurnya tiada yang memintamu untuk membaca kisahku, tiada yang memintamu untuk penasaran dengan goresan ini. Atau mungkin seseorang itu sudah datang menghampirimu? Dengan tulus kuucapkan maaf sekaligus selamat. Sosok itu ternyata telah mengutukmu, sejak kamu membaca satu huruf tulisan ini. Dan, selamat, tak perlu lagi kamu khawatir dengan status lajangmu itu, karena kamu sudah memiliki teman yang akan setia menemanimu, sampai dia berhasil merenggut nyawamu. Jadi, nikmailah semua kutukan yang sedang menyapamu ini!!
All Rights Reserved
#225
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • BATAS KEMATIAN
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • Jadi Antagonis Twins (On Going)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Creepypasta
  • Malam Seribu Mimpi Buruk
  • Cinta Itu Polos?
  • Elegi Esok Pagi ✓

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines