Kelam
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 4, 2018
WpInfo
Fiction
Horror
Bagaimana perasaanmu bila semua hal yang ada di dalam dunia mimpimu merangsek ke dalam kehidupan nyatamu? Apakah kamu akan senang? Sedih? Terkejut? Heroik? Ketakutan? Sejujurnya aku tak peduli dengan kisahmu, karena yang kutorehkan disini adalah kisahku, bukan kisahmu. Ingat, KISAHKU, BUKAN KISAHMU! Aku tak peduli kalau suatu hal terjadi pada kalian. Aku tak peduli kalau kutukan ini menyebar. Sejujurnya tiada yang memintamu untuk membaca kisahku, tiada yang memintamu untuk penasaran dengan goresan ini. Atau mungkin seseorang itu sudah datang menghampirimu? Dengan tulus kuucapkan maaf sekaligus selamat. Sosok itu ternyata telah mengutukmu, sejak kamu membaca satu huruf tulisan ini. Dan, selamat, tak perlu lagi kamu khawatir dengan status lajangmu itu, karena kamu sudah memiliki teman yang akan setia menemanimu, sampai dia berhasil merenggut nyawamu. Jadi, nikmailah semua kutukan yang sedang menyapamu ini!!
All Rights Reserved
#543
putih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Creepypasta
  • Malam Seribu Mimpi Buruk
  • BATAS KEMATIAN
  • Dedarah 「END」
  • Cinta Itu Polos?
  • Elegi Esok Pagi ✓
  • ALZEA

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines