Bendahara

Bendahara

  • WpView
    Reads 736
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 1, 2018
Selesai mengisi perut mereka bertujuh kembali ke kelas. Didepan pintu terlihat reza sedang bersandar dengan melipat tangan didada, yapppp so cool banget. "Misiii zaa kita mau masuk" ucap jeje. "Eh lu yang rambutnya dijepit" ucap reza sambil menunjuk salsa "Gue?" Ucap salsa dengan polosnya. "Lu yang ganggu gua tidur tadi kan?" Tanya reza. "Kenapa emangnya?" "Beliin gua permen karet dikantin gece" perintah reza. "Gila kali ya" balas salsa dengan senyum miring meremehkan. "Itu hukuman buat lu gara-gara ganggu gua tidur" ucap reza "Beli sono sendiri, lo pikir gua babu" balas salsa "Dasar gila" tambahnya. "Lo berenam boleh masuk kecuali nih anak satu" perintah reza sambil menunjuk salsa dengan jengkel. "Misi gua mau masuk" ucap salsa yang mulai marah. "Beliin dulu" perintah reza. "Ga" Balas salsa. Akhirnya salsa menerobos masuk ke dalam kelas. Ada sesuatu yang membuat dia tambah marah, reza mengambil jepitan rambutnya. "Eh gilaaa balikin gaa" ucap salsa membentak "Gua tahan sampe besok, kalo lu belom beliin ga bakal gua kasih" ucap reza. "Gilaa!" Ucap salsa jengkel, membuat reza gemas dan menjulurkan lidahnya mengejek salsa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • Badboy Is My Husband
  • Bagaimana hari ini? (END)
  •  Benci Jadi Cinta {END}
  • hanya untuk bunda
  • Love At The First Sight With You
  • The Story Of Aghea
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Rindu Senin Pagi
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines