children of mothers

children of mothers

  • WpView
    Reads 61,170
  • WpVote
    Votes 2,266
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Seharian ini aku Lelah karena menemani mamah mertua ku berkunjung ke panti asuhan yang keluarga suami ku . perkenal kan nama ku Clara Putri . Usia ku 27 tahun , aku menikah usia 20 tahun cukup muda . dan nama suami ku Jordan Wicaksono . usia pernikahan ku saat ini sudah 7 tahun , tapi entah kenapa sampai saat ini aku belum di beri anak. Aku dan mas Jordan sudah periksa dan kata dokter kami sama sama sehat . Tuan dan nyonya Wicaksono hanya perlu berusaha lebih keras lagi . ya itu lah yang di ucapkan Dokter Arya .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Not My Lover
  • Cerbung jirayut rara "Takkan Terganti"
  • FUNNY COUPLE (PASUTRI? GANTI JUDUL)
  • Bad Luck!
  • 'Perjodohan'
  • My Happiness
  • widower husband
  • i'm belle (END)

- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

More details
WpActionLinkContent Guidelines