Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
More
  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
"Hai Caramel." Itu pertama kalinya Arash menyapa, meski hanya dalam sebuah surat biasa.. Dua tahun berlalu.. Every since day one.. I knew you were the one, inside.. Petikan gitar menemani suara indah nan merdu itu .. yang menyapa Arash pertama kalinya setelah dua tahun lamanya. Juga sebuah panggung dan sebuket bunga mawar merah, membawa mereka berdiri berdampingan disana.. Dengan bertemunya hawa dan adam itu, ceritapun di mulai.. Mei 2018
All Rights Reserved
#12
arash
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • G in Luv (END)
  • Putih & Abu-abu
  • Tangled Hearts
  • Kelas A [End]
  • Friendzone?
  • You Are Again
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines