DENDAM
  • WpView
    Reads 694
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 6, 2018
" Argh .." Teriak lelaki itu menahan sakit yang bersarang ditubuhnya. 'Brengsek kau Marco' batinnya meringis. Sambil meremas jarinya meredam sakit. Dengan cekatan Eleyn mengobati luka goresan akibat cambuk dipunggung Verry. "Bodoh!" Maki Eleyn. Verry terdiam mendengar makian itu. "kau tau kemampuanmu belum seberapa, tapi kau terima tantangan dia. Bodoh!" Makinya lagi. Diam. lelaki itu masih diam mematung. "kau mengingatkanku pada kakak ku " ucap Eleyn parau. 'Parau? apa Eleyn menangis?' Batin Verry. Lelaki itu menoleh kebelakang-terlihat Eleyn berusaha menahan air matanya supaya tidak keluar dari pelupuk matanya namun, tak bisa membendung air matanya akhirnya air itu menetes. "Kau menangis?" Tanya verry heran. Ia tidak menyangka perempuan yang kelakuannya lebih mirip laki-laki itu bisa menangis karena hal sepele ini.
All Rights Reserved
#577
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE IS LOVE
  • Where's Home
  • confused love
  • Alinka's Story! [Completo]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Capricorn
  • Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)
  • TRIO "O"
  • this is me

"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines