CLBK (Cinta Lama Bisakah Kembali?)

CLBK (Cinta Lama Bisakah Kembali?)

  • WpView
    Reads 34,342
  • WpVote
    Votes 733
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 15, 2019
Pertemuan kembali dua insan manusia yang dulu pernah merajut kisah kasih terjadi tanpa sengaja disebuah mini market merah, menjadikan kenangan lama yang terpendam kembali hadir. "Memang sampai sekarang aku belum bisa melupakan kamu, itu sebabnya aku masih sendiri. Karena aku masih menunggu kamu, Rana" -Arjuna Pratama- "Kenapa kamu masih tetap sendiri padahal banyak perempuan diluar sana yang tertarik sama kamu. Jangan habiskan masa mudamu dengan menanti ketidak pastian Mas" -Kirana Larasati- #mature content #21++ Terdapat kata-kata dan adegan vulgar, anak dibawah umur GET OUT!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Got It
  • Jalan Pulang [Short Story]
  • SECRET 2 : DEBARANDIN
  • Discovery Of Love
  • My Hottest Duda [Hottest Series#1]

Satria Evandra Arbani, laki-laki itu hanya menginginkan bertemu kembali dengan Clara Regina Anandhina, perempuan yang dipacarinya enam tahun silam. Saat mereka masih merasakan indahnya, cinta di masa putih abu-abu. Sebuah peristiwa terjadi, mengakibatkan Satria tak bisa bertemu dengan Clara lagi. Bertahun-tahun laki-laki itu selalu mencari. Tenggelam dalam keputus-asaan dan rasa bersalah. Hingga di suatu sore, keduanya kembali bertemu. Meski Satria tahu, Clara sudah tak sama lagi seperti dulu. Perempuan itu berubah menjadi sosok dingin yang penuh luka. Satria langsung menyadari jika dirinyalah yang merubah sosok Clara. Apa yang Satria lakukan untuk membuat perempuan itu kembali padanya? Di saat ada sosok lain yang mengakui Clara sebagai tunangannya. -------------- "Pergi!" Clara memejamkan matanya erat-erat. Tak sudi menatap sosok itu. "Pergi dari sini!!!" "Ra--" suara Satria tercekat. Menatap sosok di hadapannya penuh luka. "Aku mohon--" "Pergi!" Clara terus berteriak, matanya kini menyorot nyalang. "Pergi! Pergi! Pergi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines