20 parte Kumpleto Real story of fai
"Walaupun aku lari ngejar kamu,, aku selalu dibelakang mu... Bagi ku,, kau itu kaya angin,, aku tau kemana kamu pergi.. Aku juga tau darimana kamu datang.. Tapiiii... Aku gak bisa bikin kamu tetep ada disamping ku! "
Suasana menjadi hening sekitar 5 detik setelah fai mengucapkan itu.
"Dan aku tau.... Aku lagi menggapai angin! " sambung fai lagi
"Mmmmmhhhh.... U have to believed,, "
"............." fai hanya diam sambil menundukkan kepala menatap makanannya yang baru hilang sepotong ujung garpu.
"Sebenarnya ferra cape temm.. Dihantui rindu! " sambung ferra
"........kalo ngga kuat jangan dipaksa yuutt"
"Kok..??? " bingung ferra
"Bukan ada yang laen.. Kamu tau arti menggapai angin? " tanya fai
"Ummm.... " ferra menggelengkan kepala sambil menyedot jus
"Menggapai angin" sahut cowo itu dengan nada pelan, hening terjadi lagi sekitar 3 detik seakan ia berat mengungkapkan arti ucapannya.
"Angin itu ngga bisa digapai" sambungnya
"Kalo gitu,, jangan anggap aku angin" jawab ferra dan ia memegang tangan kiri kekasihnya
"..............