Story cover for Rintihan Sunyi  by NovittaPutri055
Rintihan Sunyi
  • WpView
    LETTURE 394
  • WpVote
    Voti 19
  • WpPart
    Parti 4
  • WpView
    LETTURE 394
  • WpVote
    Voti 19
  • WpPart
    Parti 4
In corso, pubblicata il mag 26, 2018
Apa salahku hingga dunia ini seperti sedang mengutukku? Dunia ini pun tega kepadaku. Di setiap harinya ia menghukumku , dengan segala kecambuk asa dan sayatan jiwa. 

Diriku selalu meronta , mengekang dan menyalahkan waktu , waktuu kembalikann semuanyaa aku tak kuasa menopang ini sendiri , kembalikan semuanya seperti semula waktuu , akuu rindu dahulu. -gadiskecil-

"Hujann , datanglahh , lindungi aku dengan tetesanmu , sudah tak tahan aku menopang semua yang menimpaku" 

-Rintihan Sunyi, Dhevita Putri-
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Rintihan Sunyi alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#102imaji
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
ADRESTIA (ON GOING) di Javagirll
49 parti In corso
"Aku tidak sama seperti mereka, aku hanya anak perempuan yang polos tidak mengerti kekejaman dunia ini. Tapi, para bedebah itu suka melihat sisi lemah dan latar belakangku yang buruk, sehingga mereka dengan sesuka hati melakukan apapun padaku." Bullying. Cercaan. Perusakan moral secara brutal sudah menjadi santapan rutin yang harus ditelan oleh Cemara Andita Nathalia. Naif nya, orang-orang percaya dibalik nama tersebut pasti diambil dari kehidupan keluarga yang harmonis. Faktanya cuma ilusi. Yang sesungguhnya fondasi utama dari keluarga itu sendiri adalah kehancuran bukan cinta. "Tubuhku sakit karena setiap hari menerima pukulan... Apakah air mata ini nggak cukup bagimu, Ayah?!" "Bunuh saja aku, Ayah! Penggal kepala anak terkutuk ini dengan tangan sucimu itu!" "Jika Ayah beranggapan membela anak sepertiku adalah kesalahan besar-aku berserah. Aku rela dihukum dan diasingkan seumur hidup." Dan penyesalan mutlak dari seorang ayah yang terlanjur bengis. Masihkah gelar 'Ayah' pantas disandangnya setelah merobek fisik dan mental anaknya? "Meskipun dunia tidak mengizinkan keberadaanmu, ketahuilah, Ayah tetap ingin memilikimu seutuhnya. Ayah minta maaf... Ayah menyesal karena merusak fisik dan mentalmu." "Sebenarnya aku tidak takut menghadapi kematian, aku hanya takut jika aku mati tanpa sempat meninggalkan satupun jejak yang membuat orang tuaku bangga." "Aku tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan di dunia ini." ⚠️TYPO BERTEBARAN😭🙏🏻⚠️ ⚠️ MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, TUNASILA, BLOOD DAN UMPATAN⚠️ AMBIL SISI POSITIFNYA SAJA ⚠️ #2-stronggirl(260126) #2-gore(131125) #23-mentalhealth(200325) #1-melankolis(280925) #1-kekerasan(171125) #2-bully(260925) #11-penyakit(261225) #1-daddyissues(300126) #1-badparenting(300126) #1-bpd(010226)
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
Problem [REVISI] cover
ADRESTIA (ON GOING) cover
BLACK DIAMOND cover
My love cover
Devon [END]  cover
[✔️terbit] 1. The Girl That Hurt cover
Semua Tentang Luka [ END ] cover
Kamu [SELESAI]✔ cover
30 Hari Menuju Kematian [✓] cover

Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

62 parti Completa

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^