Hati dan Pikiran

Hati dan Pikiran

  • WpView
    LECTURES 52
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadTerminé mer., juin 27, 2018
Untukmu ciptaan tuhan.. Aku ingin kau kembali kasih kepadaku, tetapi jika terlalu memaksa bagimu maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Memang tak sulit bagiku untuk membagi waktu antara hati dan pikiranku untukmu, biarlah aku selalu menyertakan namamu dalam doa. Memang aku selalu pikirkanmu, namun sulit untukku sampaikan padamu betapa besarnya kekhawatiran yang berlebihan ini untukmu. Aku selalu berupaya mencari senyuman itu seperti halnya menunggu senja dipagi hari yang selalu saja berhasil dalam bangun tidurku, tetapi tidak seperti halnya kau untukku "Tidak" mudah untukku menghapus suara indahmu itu yang selalu saja menghantui telinga menyertai hatiku. Waktu demi waktu mulai berlalu begitu saja tanpa harus membaginya antara hati dan pikiran. Mudah saja bagiku untuk melupakanmu namun selalu terhalangi oleh hati dan pikiran. Kuingin esok ada "PELANGI" yang begitu indah dengan warna-warnanya, untuk menyambut keberhasilanku dalam melupakanmu tetapi selalu saja kau berhasil terhalangi hati dan pikiran.
Tous Droits Réservés
#732
luka
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Heart Waiting For You
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KHALISA🖤
  • Bianglala
  • Full Of Scratches
  • Air Mata Cinta
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Terjebak Nostalgia

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu