Hati dan Pikiran

Hati dan Pikiran

  • WpView
    Membaca 54
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadLengkap Rab, Jun 27, 2018
WpInfo
Fiksi Penggemar
Untukmu ciptaan tuhan.. Aku ingin kau kembali kasih kepadaku, tetapi jika terlalu memaksa bagimu maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Memang tak sulit bagiku untuk membagi waktu antara hati dan pikiranku untukmu, biarlah aku selalu menyertakan namamu dalam doa. Memang aku selalu pikirkanmu, namun sulit untukku sampaikan padamu betapa besarnya kekhawatiran yang berlebihan ini untukmu. Aku selalu berupaya mencari senyuman itu seperti halnya menunggu senja dipagi hari yang selalu saja berhasil dalam bangun tidurku, tetapi tidak seperti halnya kau untukku "Tidak" mudah untukku menghapus suara indahmu itu yang selalu saja menghantui telinga menyertai hatiku. Waktu demi waktu mulai berlalu begitu saja tanpa harus membaginya antara hati dan pikiran. Mudah saja bagiku untuk melupakanmu namun selalu terhalangi oleh hati dan pikiran. Kuingin esok ada "PELANGI" yang begitu indah dengan warna-warnanya, untuk menyambut keberhasilanku dalam melupakanmu tetapi selalu saja kau berhasil terhalangi hati dan pikiran.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#624
pikiran
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • SasuHina - Love Story
  • senja di matamu
  • Bianglala
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • di akhir perang
  • UNREQUITED LOVE

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan