Hati dan Pikiran

Hati dan Pikiran

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 27, 2018
Untukmu ciptaan tuhan.. Aku ingin kau kembali kasih kepadaku, tetapi jika terlalu memaksa bagimu maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Memang tak sulit bagiku untuk membagi waktu antara hati dan pikiranku untukmu, biarlah aku selalu menyertakan namamu dalam doa. Memang aku selalu pikirkanmu, namun sulit untukku sampaikan padamu betapa besarnya kekhawatiran yang berlebihan ini untukmu. Aku selalu berupaya mencari senyuman itu seperti halnya menunggu senja dipagi hari yang selalu saja berhasil dalam bangun tidurku, tetapi tidak seperti halnya kau untukku "Tidak" mudah untukku menghapus suara indahmu itu yang selalu saja menghantui telinga menyertai hatiku. Waktu demi waktu mulai berlalu begitu saja tanpa harus membaginya antara hati dan pikiran. Mudah saja bagiku untuk melupakanmu namun selalu terhalangi oleh hati dan pikiran. Kuingin esok ada "PELANGI" yang begitu indah dengan warna-warnanya, untuk menyambut keberhasilanku dalam melupakanmu tetapi selalu saja kau berhasil terhalangi hati dan pikiran.
All Rights Reserved
#208
pikiran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bianglala
  • di akhir perang
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • SasuHina - Love Story
  • senja di matamu
  • KHALISA🖤
  • UNREQUITED LOVE
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • ALONE
Bianglala

Bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit. Terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang dibelokkan bukan hadirnya bidadari dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sungai. Datang memberi kesan pergi menyimpan luka. 🌈🌈🌈 "Rey" "Iya key" "Ngapain lo ajak gue kesini?" "Hmmm.. supaya bisa liat pelangi" "Pelangi??" "He'em" "Dimana?" "Tuh disana" "Mana?? Nggak ada" "Nih pelanginyaa" telunjuk Rey mengarah ke pipi Key. 🌈🌈🌈 "Kenapa yan?" "Kenapa apa?" "Kenapa masih disini?" "Kenapa yan?" "Kenapa apanya sih?" "Kenapa diam?" "Belom punya jawaban yang pas" "Pelangi nya indah ya yan" "Jangan jadi pelangi ya key" "Berarti jangan jadi kamu? Indah, memudar, lalu hilang. Terus datang lagi tanpa jawaban" "Kenapa nggak dari dulu?" Tanya Ian menatap ke mata Key. "Memastikan hati nggak ada salahnya kan. Kenapa langsung ambil keputusan? Nggak bisa nunggu?" "Aku tau jawabannya sekarang" "Simpan aja yan" "Ku pastikan besok aku sudah sendiri" balas Ian sekali lagi. "Pastikan saja rasamu jika kau ingin berpisah. Aku hanya tak mau melihatmu berputus asa. Karena sudah tak bersamanya dan akupun nantinya berbeda" 🌈🌈🌈 Di pertengahan chap memberi kesan ledakan kebaperan yang akan siap menyerang kapanpun. Jadi siapkan mental, fisik, jiwa raga kalian•,• 😍Happy reading gaes👋🏻 Semoga banyak yang suka sama story yang aku tulis😸 jangan lupa share, vote and comment kalian berarti untuk author, story Ian, Key dan Rey. #SebagianRealStory💭 #Start September 2019 ©®DiayuWandira75 ~ Bianglala ~ Ig: drawandira_ Salam manis untuk para readers, dari dira😄

More details
WpActionLinkContent Guidelines