Everything, Aura

Everything, Aura

  • WpView
    GELESEN 586
  • WpVote
    Stimmen 97
  • WpPart
    Teile 21
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Juli 17, 2019
Rayhan berjalan disampingku, tangannya dimasukkan kedalam kantong celana abu-abu-nya dengan santai. Sedangkan aku sibuk mencari penjual hati ayam. Kulirik sana, kulirik sini, tapi tak ada satu pun aku melihat penjual ayam. "Cari apaan sih?" Tanya Rayhan yang sepertinya penasaran dengan tingkahku. "Cari hati!" Balasku yang masih celingak celinguk. "Hati? ini hati?" Kata Rayhan. "Lu dapat? mana?" Segera ku menoleh ke arah Rayhan melihat dimana tempat yang di maksudnya. "Dimana?" Tanyaku lagi yang bingung. "Ini!" Sahut Rayhan menunjuk dadanya. Aku pun sempat heran sejenak sebelum mengerti maksud perkataannya. Aku mendengus kesal setelah mengerti hati yang dimaksud adalah hatinya. Aku melangkah cepat meninggalkan Rayhan yang malah tertawa di belakang. Sampai aku menemukan penjual ayam di pojok paling ujung pasar.
Alle Rechte vorbehalten
#904
baru
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mengapa memintaku untuk bertahan
  • Boy(friend) [Completed]
  • Cinta dalam Diam(End)
  • The Game
  • DANDELION
  • We Can't Be Friends
  • Ranzir
  • Not Me & Not Mine
  • Everything

**** Setelah 30 menitan aku duduk diteras tiba-tiba hujan turun lumayan deras. Aku jadi teringat saat hujan-hujan bersama Aftan, makan mie ayam dipinggir jalan, cerita ini itu. Aftan meski gue belum lama kenal sama lu tapi gue mulai merasa nyaman....... ****

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien