**CInTa YanG Ku TahU**

**CInTa YanG Ku TahU**

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 15, 2018
ku buka buku kumpulan karyaku,aku mulai menulis **sebuah satu rasa ** aku tak pernah rasakan apa itu cinta semakin aku belajar semakin aku membencinya kata orang cinta itu banyak katanya. ada sedih,suka,gembira,duka. namun satu rasa yang selama jalan hidupku aku tak pernah alami entah sampai kapan tuhan tunjukkan padaku rasa cinta yang sejati padaku. aah sialan banget,sih kenapa hidupku di ribetkan dua hal.wanita dan cinta.aku tepuk jidatku duh gusti aku akan setangguh karang di laut,sepanas sinar surya di tengah mendungnya awan.dan aku akan sekuat manusia super saat ujian hidup apapun kau timpahkan padaku. gusti kenapa aku sangat lemah terhadap dua hal,kenapa kau uji aku dengan wanita dan cinta yang aku sangat ingin menjauh.bila saja aku mempunyai kekuatan seperti malaikat.yang selalu satukan dirimu di atas yang lain. telingaku tiba-tiba seperti ada suara bor,aku pegang telingaku gusti sakit.aaah seperti ada suara lembut seperti kepakan sayap lebah. aku tuntun dirimu,aku masih pegang telingaku yang terasa panas dan gedang telingaku seakan di tabuh oleh ribuan mahkluk kasad mata.suuakitnya luar biasa. aku terhuyung gusti sangat sakit sekali beda dengan yang lalu. aku ambil terjemahan alquran.aku dapat surat al isra ayat 19 sampai ayat 21. belajarlah angger kata suara itu.lantas telingaku seperti blong.
All Rights Reserved
#310
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Narasi patah hati
  • Air Mata Cinta
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Perjalanan Cintaku...
  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Embun Pagi
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines