Cerita fiksi fantasi remaja, mengungkap apa yang disembunyikan, bertanya tentang kisah yang tak mau dibagikan, menjelaskan apa yang telah samar, menelaah apa yang diduga-duga.
Tidak hanya berisi kenakalan remaja, namun juga peristiwa dalam kehidupan. Mencoba menjelaskan kisah hidup dalam garis yang tak diketahui dimana awal titiknya. Bahkan beberapa garis dipotong dengan garis yang lain, menghasilkan banyak simbol yang masih tidak diketahui bentuknya.
Namun, apakah kisah ini berdasarkan kenyataan? Hanya waktu yang bisa menjelaskan. Tapi, kurasa waktu bukanlah pencerita yang pandai. Dia hanya menampilkan apa yang ingin dilihat, dan apa yang tidak seharusnya dilihat secara acak. Lalu apa bedanya waktu dengan manusia? Bedanya waktu tak pernah bisa berhenti bercerita. Bahkan kepada mereka yang memohon untuk berhenti, maka hanya mereka yang berhenti.
Sejatinya waktu itu pembunuh sejati. Yang tak diminta dan tak bisa ditolak. Dia yang menyeretmu dalam dimensi, dan melemparmu ke tempat yang tak kau kenali.
Maka silahkan, nikmati apa yang dibawakan waktu. Dua buah apel merah segar, dan satu koin perak untuk membeli minuman di kedai depan terminal.
Katherine adalah seorang gadis yang sering di bully di sekolah, cewek itu selalu terlihat sendirian dan kesepian sehingga orang-orang pun tidak ada yang mau mendekat padanya.
Tapi pada suatu hari Katherine di lecehkan oleh seorang murid laki-laki yang sering membully dirinya, video itu tersebar luas di sekolah maupun di luar sekolah membuat Katherine di anggap murahan dan kotor. karena tidak tahan lagi dengan tatapan semua orang Katherine memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, sayangnya bukannya meninggal Katherine malah berada di tubuh seorang gadis antagonis dalam buku novel.
Bagaimana Katherine harus bertahan?