
Bukan, Aphra bukan pecinta novel fiksi seperti anak seumurannya. Begitu juga Elang, dia bukan pecinta basket seperti anak seumurannya. Ini hanya cerita yang digariskan tuhan dengan waktu. Dilukis tuhan dengan cahaya. Dan ditutup tuhan dengan gulita. Tanpa di ketahui siapa pun. "Aphrodite Ravada" ucap Elang berulang kali sambil berusaha membenarkan pelafalannya itu. "Ara aja!" gadis itu berdecak sebal. "Meanstream" "Hah?! Kakak jangan nga..." "Aphra" Elang terdiam sebentar. "Gue lebih suka manggil lo Aphra" lanjutnya. ~ "Gue tuh naksir nya sama cewe kalem" - Elang. "Siapa tahu persepsi kamu tentang cewe berubah karena ada aku lang. Soalnya aku dewi" - AphraAll Rights Reserved
1 part