Story cover for Epoch by julenaple
Epoch
  • WpView
    LETTURE 180
  • WpVote
    Voti 34
  • WpPart
    Parti 12
  • WpView
    LETTURE 180
  • WpVote
    Voti 34
  • WpPart
    Parti 12
In corso, pubblicata il mag 27, 2018
Hanya tiga kata yang mampu menggambarkan kisah mereka.

Januari sampai Juni.

Juni pikir, itu adalah periode waktu yang mereka habiskan untuk bahagia, namun siapa sangka selepasnya mereka kehilangan salah satunya, mereka tidak bisa terus tertawa lepas, tapi mereka bisa menangis sampai mencapai konsekuensi berkabung.

Tidak, bukan mereka, hanya; Febri.

Kini tinggal Febri-berjuang sendirian di tengah badai penyesalan dan kehancuran yang tak terelakkan.

Waktu berjalan maju tanpa ampun, tetapi ingatan Febri terhenti di sana, pada momen-momen sederhana bersama Juni. Pada kertas kecil berisi ucapan semangat. Pada janji-janji yang tak lagi berarti.

Karena Februari hingga Juni bukan hanya tentang cinta, tetapi tentang kehilangan, pengkhianatan, dan pertanyaan: Bisakah seseorang benar-benar melepaskan apa yang paling berharga?

°°°

Epoch,
2018
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Epoch alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Untuk Oreo dan Kamu [OG] cover
Last Scene cover
SUNSHINE cover
Januari cover
When Love Calls [END] cover
Fake Love cover
Shilly-Shally cover
Januari Untuk Februari [OPEN PO]  cover
Setelah Luka - a story about healing and love that finally feels right cover
Story in January cover

Untuk Oreo dan Kamu [OG]

20 parti In corso

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------