Story cover for HOT DEDDY by Goresanliterasiku
HOT DEDDY
  • WpView
    Reads 84,995
  • WpVote
    Votes 2,718
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 84,995
  • WpVote
    Votes 2,718
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 27, 2018
Kebahagian ku terletak pada anak sematawayang ku yang harus kulindungi,kukasihi,kusayangi,semua yang dia minta selalu terpenuhi.

Tapi sebuah permintaan itu sungguh membuatku bingung.harus kah aku mengabulkan atau menolaknya.
(Delvin Winata Pratama)

_______________________

Disaat aku sedang makan siang di kantin kantor bersama dengan teman teman ku tiba tiba ada sosok anak kecil yang memeluk kakiku dan berkata "HAY BUNDA APA KABAR"bagai disambar petir siang bolong.
(Sahsa Aziba )

bagai mana kelanjutan ceritanya?

kalian penasaran jangan sampai gak baca ok.

jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara vote dan comment 

MAAF KALO TULISAN NYA ACAK ACAKAN YA SOALNYA MASIH JADI PENULIS ANATIRAN.


SELAMAT MEMBACA
All Rights Reserved
Sign up to add HOT DEDDY to your library and receive updates
or
#137son
Content Guidelines
You may also like
Five wishes! [SM Family] by Rayneelee_
22 parts Ongoing
Bercerita tentang hubungan persaudaraan yang terjalin begitu erat dan saling menyayangi meskipun masih sering terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk hal kecil sekalipun. Kelima orang ini tentu memiliki perangai dan budi pekerti yang berbeda, terbukti Ayah dan Bunda sering mengatakan bahwa sifat dan sikap mereka sangat bertolak belakang meskipun ada satu yang sama. Tentang segala harapan dan cita-cita, mereka pekerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impian yang mereka punya. Telebih ayah dan bunda selalu mengatakan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan ap[a yang ia inginkan, tak ada yang instans semua harus melalui prosesnya masing-masing. "Itu sudah pada bangun atau belum...? nak, bangun semuanya, udah di tungguin sama Ayah buat sarapan! Rendi itu tolong adeknya dibangunkan dulu ya"- Bunda Winata "ayah tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum pada ngumpul uang jajan hari ini Ayah potong setengah" - Ayah Cahyadi "Adek susah banget di suruh bangun Bun, disiram halal nggak nih? kalau halal abang langsung gas" - Abang Rendi "Ayah bentar lagi yaa, tanggung banget mimpinya ini huhuhu ketemu Jaemin Nct lho aku" - Mbak Niki " Abang Rendi jail banget sih! Anduk aku dibuang" Adek Jinan "Nggak mau!!! ayah jangan potong duit aku" - Adek Rayyan "Masih dingin lho ayah, ntar adek pilek kek gimana? ayah mau dimarahi Bunda?" - Adek Dewa Itu hanya garis besar kehidupan mereka, sisanya masih banyak lagi drama yang mereka miliki.
You may also like
Slide 1 of 8
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
Mentari Tanpa Sinar cover
My Husband is Antagonist Novel cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
Five wishes! [SM Family] cover
The Between cover
 FIGURAN ARZEV cover

Pelangi yang Telah Lama Hilang

13 parts Complete

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.