Biar Aku Yang Tersakiti

Biar Aku Yang Tersakiti

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 8, 2018
Kau tau, bagiku melupakan semuanya sangatlah susah. Mengertilah bahwa aku tak sepertimu. Aku tak semudah itu mencari kekasih lain, kau tak sama sepertiku. Kau ditakdirkan tuhan menjadi seorang laki-laki yang harusnya melindungi, bukan membuat hujan air mata. Aku hanya berusaha ikhlas, karna menyadari semua tak seperti dulu lagi. Aku hanya wanita yang menjadikanmu impian yang tak akan menjadi nyata. Bahkan aku membiarkan naluriku untuk tetap menyayangimu sampai detik ini. Meskipun aku merasakan sakit yang teramat pedih di dadaku dan airmata yang entah kapan berhentinya mengalir. Namun, apa kau akan sadar nantinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • You're Here, But Not For Me
  • Fight For You
  • TAK BERSAMBUT
  • SECOND LEAD
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Ambiguous
  • My Dear Jannah
  • Regrets of Love

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines