ALRA
  • WpView
    LECTURAS 6,506
  • WpVote
    Votos 380
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadConcluida mar, ene 29, 2019
Disinilah seorang Algara Pratama Einstein berdiri bersama seorang wanita cantik yang tengah menatap bingung keadaan sekitar. Tidak ada suara bising layaknya keramain disetiap jengkal kota Jakarta ini. Lelaki itu masih tetap berdiri sambil menatap lekat batu di depannya itu dengan tatapan sendu. Ia rindu, sangat rindu dengan suasana 5 tahun lalu dimana seorang gadis manis sering menggoda dan menjahilinya. Apa kabar gadis itu sekarang? Lebih bahagia kah dia? Alga harap gadis itu jauh lebih bahagia sekarang terlepas dari masa lalu suramnya. "ini tempat siapa Al?" tanya wanita itu memecah keheningan yang ada "kamu akan tahu" jawab lelaki itu singkat Wanita itu tetap tidak mengerti jalan pikiran lelaki di depannya tersebut. Ia bahkan bingung siapa lelaki di depannya sekarang. Lelaki tersebut sangat berbeda dari Algara yang ia kenal selama ini. Setiap sudut tempat tersebut di telusuri gadis cantik itu. Ia bingung. Bingung bagaimana harus membuat Alga senyum seperti dulu. Bahkan sampai detik ini, Alga masih setia menatap batu di depannya tersebut tanpa bersuara. Hanya tatapan kosong nan sendu yang ada. Mungkinkah Algara akan menceritakan semua masa kelamnnya kepada wanita itu? Mungkinkah wanita itu mau menerima masa kelam Algara?
Todos los derechos reservados
#56
ara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • Note:Al
  • ARGA [REVISI]
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • The Athletes Love
  • LDR || Lo Dan Rindu [END]
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Senandika : Titik Temu
  • Wild Guy [completed]✓

"takdir terus berjalan dan waktu terus berputar, tapi mungkin cinta yang tumbuh semenjak gue pertama ketemu dan ngeliat lo itu hanya terlalu rapuh untuk berada didunia yang kejam ini." Pertemuan tak terduga itu terjadi di tempat yang sama sekali tak disangka. Kini datang kembali-tanpa aba-aba, tanpa isyarat. Di sekolah barunya. Allena kembali dipertemukan dengan sosok yang pernah hadir dalam fragmen masa lalunya yang kini telah kabur. Alveran Mahen Alvarezy. Wajahnya datar, tapi matanya... mata itu seolah menyimpan sesuatu. Sesuatu yang pernah ia lihat, entah di mana, entah kapan. Alveran terdiam. Ada yang mengganjal. Ada rasa familiar yang tak bisa ia jelaskan. Seolah ingatannya sedang berusaha mengaitkan potongan-potongan masa lalu yang samar. Gadis itu... siapa? Sementara itu, Allena hanya berjalan melewatinya begitu saja-tanpa ragu, tanpa gelagat mengenal. Baginya, Alveran adalah orang asing. Tapi bagi Alveran, Allena adalah teka-teki yang entah mengapa... membuat dadanya sesak tanpa alasan. Tapi yang Alveran rasakan-Allena adalah bagian dari kepingan masa lalu yang hanya lewat sementara, lalu pergi entah kemana. Kenangan itu seolah mendadak kabut. Mereka pernah dipertemukan. Dulu. Dalam momen singkat yang terlalu berharga untuk dilupakan. Namun semua itu telah hilang dari ingatan Allena-tertimbun rapat oleh kabut kecelakaan yang merenggut sebagian dirinya. Dan kini, saat takdir mempertemukan mereka kembali... hanya satu yang jadi pertanyaan: Akankah Allena mengingatnya, atau justru, semuanya harus dimulai dari awal?. Awal dari ingatan yang perlahan akan kembali.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido