Maple In Love

Maple In Love

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 30, 2018
Awal November, Naejangsan. Dewi Amor mempertemukan seorang gadis pecinta keramaian dengan seorang laki-laki tampan yang tidak suka keramaian. Dan taburan daun maple berwarna merah dan kuning mengisi keindahan tempat ini. Hamparan keindahan yang disuguhkan, menyatukan perbedaan. Baiklah, apa menurutmu? Keajaiban akan hadir?, Bagi seorang gadis yang tak pernah merasakan jatuh cinta? Dan pada lelaki yang sedang patah hati? Bisakah keajaiban seperti cinta itu tubuh? Tak gampang, cinta tidak tumbuh di sembarangan tempat. Tapi maple ini, memberikan keajaibannya kepada mereka, yang berjalan bersamaan. Akan kucertakan tentang, Maudy gadis periang yang kukenal, Dengan laki-laki berjiwa dingin, seperti suhu Korea. Kala musim dingin hadir. Dipersatukan. Ah tidak hanya itu, banyak cerita yang akan aku ceritakan. Salamku, Malaikat di daun maple.
All Rights Reserved
#219
noveldewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Love
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Travelling Love [Selesai]
  • Lazy Girl
  • The Perfect Boy ✔
  • Exodus
  • Fix, You! (completed)
  • Warna Yang Hilang

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines