Kita adalah Sepasang yang Beruntung

Kita adalah Sepasang yang Beruntung

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagskesan
Di pinggir jalan nestapa aku berjalan seorang diri. Angin senja menyentuh kulit tanganku. Menyibakkan tabir masa lalu. Aku dan kamu di dua windu lalu. Hmmmm, apa kabar kamu yang sekarang? Semoga, namaku masih ada dalam ingatanmu. Aku tidak tahu dengan cara apa agar kamu bisa mendengar lirihku. Aku merindukanmu. Rindu yang tak pernah bisa terucap tatkala kau ada di hadapanku. Dulu. Ah, bahkan menatapmu saja, aku tak berani. Tentang senyum manis sore itu, tak sengaja aku menatapnya. Sungguh. Ingin rasanya aku berlari jauh. Mengumpat di tempat yang paling gelap. Agar kau tak dapat mendengar detak jantungku yang kerasnya sampai membuat sekujur tubuhkuku gemetar. Mulutku kelu. Barangkali, dua malaikat yang menjagaku tertawa terpingkal-pingkal melihat lakuku saat itu. Aku.... Aku... Huff.... Aku memang tak punya nyali. Bahkan sampai kau menghilang dari hadapku pun, aku tak mampu berkata apapun. Tunggu aku, Dik. Semoga kau dapat membaca pesan singkat ini pada dua mataku. Pada tatapan terakhir sebelum kita benar-benar terpisahkan oleh keadaan. ----
All Rights Reserved
#3
kesan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Chance
  • Save and Protect
  • TIME will TELL {On Going}
  • Maina & Maxim
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Titik Yang Benar

Tatapan sendu itu mengarah padaku, ia juga menggenggam tanganku seerat mungkin. "Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dimasa lalu.." Aku menelan ludahku susah payah ketika kata-kata itu meluncur dengan mudahnya dibibirnya. Aku tidak menjawabnya, pikiranku masih kalut. Apa ini benar dirinya ? Maksudku.. Aku belum pernah melihat dirinya yang memohon padaku seperti ini dan ingatan masa lalu mengenainya dirinya pun melaju begitu saja. Aku masih ingat betul sifatnya yang sangat egois, galak dan juga sombong. Dan sekarang, lihatlah.. Dia berubah 100%.. Dari penampilannya aku bisa menebak kalau dia berprofesi sebagai polisi, mengikuti jalan Ayahnya dulu.. Ku akui ia memang sangat berbakat. Namun, ingatan mengenainya tidak pernah hilang dipikiranku.. Dia masih sama.. Dia adalah pemilik hatiku sejak dulu sampai sekarang, tapi.. Masalah kesempatan.. Aku harus memikirkannya dengan baik, bukan ? Walaupun begitu, ia juga pernah menyakitiku.. ---- Cerita kedua.. Jadwal update bisa cek profil..

More details
WpActionLinkContent Guidelines