Rachelica

Rachelica

  • WpView
    Reads 4,134
  • WpVote
    Votes 368
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 8, 2021
Aarbielle Rachelica Blanc atau lebih dikenal sebagai Rachel Blanc si gadis sejuta pesona Wajah rupawan yang ia dapatkan karena campuran darah Indonesia-Prancis-Brazil dari kedua orang tuanya, hal itu membuatnya menjadi gadis yang dikagumi oleh banyak orang Namun dibalik semua itu Rachel menyimpan sebuah luka yang begitu dalam. Dendam, amarah, serta kecewa bercampur jadi satu. Kehidupannya dulu sangatlah indah, tetapi semua itu seakan lenyap seketika saat mengetahui suatu fakta yang membuat hatinya hancur berkeping-keping. Perlahan kehidupan Rachel yang dipenuhi tawa bahagia tergantikan dengan isakan tangis dan penyebabnya adalah karena Dia. Rachel tak menyangka bahwa Dia yang selama ini menjadi salah satu orang yang disayanginya tega merebut semua yang ia miliki. Dia lah yang merubah Rachel menjadi seperti sekarang ini, Rachel yang dulu yang ceria berubah menjadi sesosok gadis dingin nan cuek Setiap hal yang kulakukan memiliki alasan jadi tak usah sok tau tau tentang kehidupanku -Aarbielle Rachelica Blanc- Cover by : @Airanniez
All Rights Reserved
#20
pho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Queen [ tahap revisi ]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Aksara Kita
  • Let Me Love You Longer
  • ARBILLA
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Secarik Luka [Complete]
  • Si Paling Senior

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines