Plot Story [Tamat]

Plot Story [Tamat]

  • WpView
    Reads 544
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 3, 2020
[COMPLETE] Hime, seorang gadis berumur 16 tahun selalu berpikir kehidupan adalah sebuah cerita yang panjang. Masing-masing orang mempunyai cerita hidupnya. Ia yakin, cerita hidupnya pasti akan berhubungan dengan cerita lainnya. Sebagai penulis cilik, Hime tumbuh sambil berpikir rasional, meskipun penampilannya biasa-biasa saja dan lingkungannya tidak begitu baik. Ia sudah senang dan dirinya tidak berharap banyak dengan hal-hal yang berbau romantis dalam hidupnya. Hingga suatu hari, ceritanya dengan cerita orang 'itu' berhubungan. Bertemu dengannya membuat dirinya senang, sedih, takut dan putus asa. Di saat dirinya menyerah, ia datang. Tetapi nyatanya, takdir mempermainkan cerita mereka hingga pecah belah.
All Rights Reserved
#267
schoolife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Can I ?
  • Tale of the beast
  • DEVIAN [END]
  • Mawar Terakhir (END)
  • Cool Beauty
  • Friendzone?
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Nice to Meet You

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines