Story cover for Satu Server by Asur26
Satu Server
  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published May 29, 2018
Kau semakin pintar dalam bermain sandiwara. Melakoni peran yang begitu profesional, hingga tanpa sadar aku ikut dalam alur ceritamu.  Kau utarakan seutas kalimat yang sangat meyakinkan, dengan taburan adegan-adegan yang tak terduga.

 Aku tak pernah berfikir jika ini adalah caramu membuatku terlihat bodoh di depan semua orang. Ku sapa kau dengan membawa kenangan kita, tapi kau lempar aku dengan kepolosanmu. Dengan teganya kau bertanya. "Maaf kau siapa?"

Ribuan mata pisau menusuk di dada, membuat aku tersadar, jika kau sudah melupakanku sebelum aku mengungkapkan rasa yang telah lama kupendam.Apa ini yang dikatakan kalah sebelum berjuang?  Apakah ini saatnya aku harus mengulang kembali kenangan kita yang dulu? Atau aku harus ikut dalam cerita yang telah kau rangkai entah sejak kapan.


"Jika kalian pernah mencintai seseorang yang jelas-jelas menolak kehadiranmu, tenang kamu tidak sendirian. Kita satu server"
All Rights Reserved
Sign up to add Satu Server to your library and receive updates
or
#22zonanyaman
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
It HURTS cover
Second Sign cover
He is not My Best Friend (End) cover
Complicated Friend Zone cover
Verronica (COMPLETED)  cover
TIME cover
Bisikan di Balik Rintik cover
REGRET(✅)  cover
Buat Aku Lupa cover
SKALA (Reana) COMPLETED cover

It HURTS

34 parts Complete

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.