Adila's Challenge

Adila's Challenge

  • WpView
    Reads 490
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 1, 2018
Islam? Kristen? Katolik atau Protestan? Buddha? Hindu? Hm, sepertinya aku punya rekan yang beragama itu semua. Dimana aku mendapat rekan seperti itu? Apa aku akan akur-akur saja dengan mereka semua? Atau aku akan terus beradu mulut dengan mereka? Hm, sepertinya aku harus menceritakannya! Kejadian yang lampau kembali terulang di memori otakku. Aku meringis hingga akhirnya tersadar, aku punya satu misi yang belum sempat aku lakukan. ~**~ Mohon maaf untuk beberapa pihak, saya tidak berniat untuk merusak, jika ada kesalahan dalam pemahaman dalam cerita saya, tegur dan tolong bantu saya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Terima Kasih reader tercintahh ~Awanna~
All Rights Reserved
#12
adila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA DI UJUNG KEYAKINAN
  • Lintas Rasa (Completed)
  • Cinta Beda Agama
  • TOUCHED (End)
  • SpirituilS 1.0
  • Merried
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Dalam Perbedaan

Status: ongoing 🌊 Jangan lupa vote, follow, dan komen ya teman-teman 🫶🏻 Layla pertama kali melihatnya di lorong perpustakaan, sibuk membaca buku tentang filsafat eksistensialisme. Rambutnya acak-acakan, tapi matanya fokus. Sejak saat itu, Leo menjadi pemandangan tetap di ruang baca yang sama-dan suatu hari, mereka tak sengaja berebut buku yang sama. "Kayaknya kita punya selera bacaan yang mirip," kata Leo sambil tersenyum. "Atau kita sama-sama datang terlambat buat ambil buku ini," balas Layla, geli. Percakapan-percakapan kecil itu berubah menjadi pertemuan yang lebih sering. Mereka mulai berdiskusi tentang nilai moral, agama, bahkan Tuhan. Leo, seorang pemuda Kristen dari keluarga berlatar agama yang taat, dan memiliki pandangan terbuka.Begitu juga dengan Layla seorang gadis dari keluarga yang agamais,lembut tapi kokoh dalam prinsip. Hari-hari mereka terasa seperti pelarian dari dunia luar. Di balik dinding perpustakaan dan kafe dekat kampus, cinta tumbuh perlahan-tanpa mereka sadari, atau mungkin, tanpa mereka akui. Akan di bawa kemanakah perjalan cinta ini?? entah berlayar ataupun karam tak ada yang tahu ujungnya seperti apa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines