Luna (Slow Update)

Luna (Slow Update)

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 13, 2018
___ Hari itu saat mata kita bertemu untuk pertama kalinya ada desir aneh menyeruak dadaku dan memaksa masuk seperti ingin menembus gaun tipis yang saat ini kukenakan, aku tidak tau perasaan asing apa itu. Mata hazel yang terlihat nakal itu seperti tampak penuh misteri. Membuatku Jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak. Aku tidak percaya ada cinta semacam itu. Bagaimana bisa kita Jatuh cinta pada pandangan pertama pada orang asing yang baru saja kita temui. Bukankah sejak awal Cinta memang tidak masuk Akal? Hanya beberapa detik yah tatapan kita bertemu tapi entah mengapa saat kau Mengalihkan pandangan mu, kembali menatap perempuan cantik Nan Anggun didepanmu. Perasaan yang awalnya menggelitik perutku seperti kupu-kupu terbang itu. berubah menjadi perasaan yang menyesakkan juga begitu memuakkan. Alunan musik yang saat itu kumainkan menjadi awal dari kisah kita yang tragis dan juga Akhir dari perjalanan mimpi indah ku yang sudah tidak bisa lagi ku raih -karena dirimu- Luna ___ Cek Ig Authornya yuk @rhma_sarr
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Into the Arms (TAMAT)
  • Kamu
  • THE CLIMB [Completed]
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • SHETAN
  • LIMERENCE
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • Marsella (1)
  • "Singgah"

Wanita kaku, keras, dan anggun. Bukan hal mudah saat ia hampir bisa move on dari cinta pertamanya, tetapi kembali dipertemukan dengan si cinta pertama. Meskipun nyatanya, hatinya selalu dimiliki si cinta pertama. Kalau begitu, terus berada di belakangku. Jangan mengikutiku. Jangan mendekat. - Larissa Salsabila *** Ketika laki-laki arogan dengan ego dan gengsi yang sangat tinggi, bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Mengharuskan laki-laki itu menurunkan harga diri yang sangat ia junjung itu ke paling dasar, untuk kembali mengambil hati cinta pertamanya yang mati. Seperti kataku, aku akan berada di belakangmu ketika kamu butuh tempat bersandar. Tapi untuk selanjutnya, aku akan berdiri di sampingmu. Bersamamu. - Daris Anggada W. *** Warning! Beberapa part akan terdapat unsur 17++. Mohon kebijakannya dalam membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines