Luna (Slow Update)

Luna (Slow Update)

  • WpView
    GELESEN 64
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Juni 13, 2018
WpInfo
Belletristik
Romantik
___ Hari itu saat mata kita bertemu untuk pertama kalinya ada desir aneh menyeruak dadaku dan memaksa masuk seperti ingin menembus gaun tipis yang saat ini kukenakan, aku tidak tau perasaan asing apa itu. Mata hazel yang terlihat nakal itu seperti tampak penuh misteri. Membuatku Jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak. Aku tidak percaya ada cinta semacam itu. Bagaimana bisa kita Jatuh cinta pada pandangan pertama pada orang asing yang baru saja kita temui. Bukankah sejak awal Cinta memang tidak masuk Akal? Hanya beberapa detik yah tatapan kita bertemu tapi entah mengapa saat kau Mengalihkan pandangan mu, kembali menatap perempuan cantik Nan Anggun didepanmu. Perasaan yang awalnya menggelitik perutku seperti kupu-kupu terbang itu. berubah menjadi perasaan yang menyesakkan juga begitu memuakkan. Alunan musik yang saat itu kumainkan menjadi awal dari kisah kita yang tragis dan juga Akhir dari perjalanan mimpi indah ku yang sudah tidak bisa lagi ku raih -karena dirimu- Luna ___ Cek Ig Authornya yuk @rhma_sarr
Alle Rechte vorbehalten
#605
ending
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • My Little Monster - Completed
  • "Singgah"
  • Damaraya✓(TAMAT)
  • Pelangi Yang Pernah Ada
  • THE CLIMB [Completed]
  • Arsyilazka
  • Marsella (1)
  • Into the Arms (TAMAT)
  • TAMARA

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien