Hadiah Dari Tuhan

Hadiah Dari Tuhan

  • WpView
    Leituras 150
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 3, 2018
WpInfo
Ficção
Romance
Aku tidak mengenali diriku, juga tidak ingat mengapa aku disini. Orang tua yang tertidur dikursi itu sepertinya lelah karena menjaga dan merawatku. Banyak cerita yang keluar dari mulutnya mengenai siapa aku, siapa orang tuaku, bagaimana aku kecil hingga suatu hari ia bercerita bahwa aku mempunyai seorang istri. "Panggil aku paman, Aku ini pamanmu." setiap kali aku meminta bantuan kepada orang tua itu. Semua ingatanku direnggut oleh Alzheimer. Perlu berulang kali aku untuk menyebutkan nama penyakit itu. "Hm..hmmm..hmm," kuangkat tanganku naik turun. "Kau haus?," tanya paman. Tidak, aku hanya gelisah dengan ceritamu. Benar wanita yang meninggalkanku itu istriku? Siapa namanya? Di mana dia sekarang? Mengapa dia tidak pernah menemuiku? Aku tidak setuju kalau kau bilang dia wanita jahat. Mungkin saja aku dulu pernah membuatnya marah. Isi kepala dan hatiku kini menyatu ingin berontak bertanya tentang hal itu. Dasar mulut tak berguna. Terhitung sudah satu bulan aku disini satu kata pun belum bisa aku ucapkan. Pintu terbuka, aku kenal dua perawat itu kecuali pria yang didepannya. "Bagaimana kabarmu?" Kusikapi dengan senyum. Dr.Arifin Wijaya tertulis didada kanan pria yang bertanya padaku. Tak lama berselang mereka pergi. Mataku tertuju oleh amplop yang dipegang Paman. Paman tak kuasa menahan tangis ketika melihat isi amplop yang diberikan oleh dokter. "Maafkan aku menangis dihadapanmu. Aku tidak bisa menahan kabar bahagia ini, kau sebentar lagi akan membaik". Aku tahu kalau kau hanya menyemangatiku. Sulit untuk bisa bertahan hidup melewati penyakit mematikan yang sudah difonis 3 bulan. Tangan kiriku kini bisa kugunakan untuk menulis kisah hidupku. Semua ini Hadiah Dari Tuhan. Semoga istriku di sana akan membaca dan mengingat peristiwa itu kembali. Tuhan jangan kau renggut aku sebelum aku menyudahi ukiran indah yang kutumpahkan dikertas ini. Salam hangat dariku orang yang mencintaimu dari kejauhan.
Todos os Direitos Reservados
#156
ceritasedih
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Mafia dan Dokter Gemoy
  • 9 Eternity || SEGERA TERBIT
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Padam Nelangsa
  • DIA SUNSETKU
  • Pengen Nikah [Repub]
  • Ikatan Tanpa Pilihan

Siapa yang menyangka jika hidup Mira akan berubah kala dokter mengatakan jika dirinya tengah hamil. Hamil sosok bayi dan bukanlah sisa makanan yang telah dimakannya selama ini. Tidak... Tidak... Mira tidak ingin semuanya terjadi seperti ini. Hidupnya sudah sempurna dan bayi ini bukanlah salah satunya. Tidak jika bayi ini adalah hasil pemerkosaan dari pria bajingan brengsek itu. Hidupnya tidak akan setragis ini bukan ? *-*-* Dalton berdiri dari tempatnya dan hendak mendekati Amira. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Amira hendak memberikan ciuman. Sebelum akhirnya Amira meludahi wajah Dalton yang membuat pria itu menghentikan tubuhnya dan memejamkan matanya. "Kau bajingan brengsek! Kau harus tau jika aku akan mengingat hal itu sampai kapanpun" ucap Amira tajam yang membuat Dalton menegakkan tubuhnya. Pria itu mengusap ludah dari wajahnya dan menatap Amira dengan senyuman tipisnya. "Kau benar-benar wanita sialan, Amira. Tapi apapun yang kau katakan tidak akan mengubah kenyataan" Amira semakin terdiam ketika menatap senyuman di wajah Dalton semakin terlihat menyeramkan lebih dari apapun. "Dan kenyataannya kau akan terikat dengan Bajingan Brengsek ini mulai sekarang"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo