Ternyata Cintaku Sesat eps.1

Ternyata Cintaku Sesat eps.1

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 30, 2018
Pada masa SMP akhir hingga SMA aku memiliki pacar yang bernama Deni. Dia orangnya asik, gak bikin bosan dan selalu romantis. Setelah lulus dari SMA aku dan pacarku menempuh kuliah di tempat yang berbeda tetapi kita tetap komunikasi walau via telfon kadang juga chat. Karena kesibukan di kuliah masing-masing kita jarang ketemu bahkan semakin hari Deni jarang sekali ngabari aku. Padahal biasanya dia setiap pagi, siang, sore bahkan malam selalu telfon dengan kata-kata yang romantis. Namun aku biasa saja dan aku anggap itu karena banyaknya tugas kuliah. Saat itu aku sakit dan di rawat inap disebuah rumah sakit akupun sudah mengabarinya tapi tidak ada balasan chat ataupun telfon dari dia. Sungguh aku semakin sedih, saat aku butuh dia sekarang sudah tidak seperti dahulu yang selalu support dan perhatian sama aku. Setelah aku sembuh, aku pergi kerumah Deni tapi dia tidak ada dirumah kata pembantunya dan aku akhirnya pulang sambil memikirkan apa yang Deni lakukan dan mengapa dia berubah. Selama aku pacaran hingga saat ini sekitar 4 tahun aku tidak pernah kenalkan Deni pada orang tuaku karena aku takut orang tuaku terutama mamaku tidak setuju seperti mantanku sebelumnya, karena itu aku tidak pernah berani cerita ke mama tentang masalahku ini. Sebulan sudah Deni tidak ada kabar hingga tiba hari ulang tahunku tepat jam 12 malam ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku dan akhirnya mama membukakan pintu. Mama akhirnya membangunkanku dan menyuruhku keruang tamu, akupun terkejut karena Deni dan teman-temannya datang kerumah memberiku sebuah kuetar dan kado yang berisi boneka yang sangat besar juga bunga. Akupun bahagia dan disisi lain sedih karena baru ada kabar sekarang, akupun bertanya pada Deni "Makasih, kenapa baru muncul sekarang? Aku kira kamu sudah lupa ulang tahunku bahkan lupa siapa aku. Apa kamu sudah punya gebetan lain sampai 1 bulan gak ada kabar?" Akhirnya dia memegang tanganku dan berkata
All Rights Reserved
#9
cintapalsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIA ADALAH NAJA
  • Lost feeling
  • Complicated
  • Kita Yang Masing Masing
  • my story
  • 7 boys with 7 girl
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Past Love Part 1
  • TAKDIR TAK TERDUGA (on going)
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)

*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines