We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
please stay

please stay

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kau datang seperti tamu. Hanya memasuki tanpa mendiami. Aku menganggap kau adalah pemilik hati ini. Tapi aku salah, kau hanyalah tamu. Lalu untuk apa kau datang jika hanya untuk singgah? Mengukir berbagai kenangan indah yang kau sendiri tak menginginkannya. Untuk apa kau bersikap baik? Jika akhirnya kau menyakiti? Mungkin yang salah aku. Telah salah memaknai senyum manis yang kau berikan kepadaku. Lalu izinkan aku untuk bertanya Jika kau tak mencinta kenapa kau bersikap seakan kau mencinta Jika kau tak suka kenapa kau berhasil membuatku menganggapmu sebaliknya? Inilah cinta Kejam Tak beralasan.
All Rights Reserved
#23
hatiyangpatah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • flashback~
  • Printemps
  • We Found Another Love [Completed]
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • UNREQUITED LOVE
  • • EUTANASIA •

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines