Evidence [SELESAI...]

Evidence [SELESAI...]

  • WpView
    Reads 3,973
  • WpVote
    Votes 212
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 3, 2021
Tiba-tiba lampu pesta mati, membuat seluruh tamu undangan mulai panik. Dara mencoba mencari teman-temannya yang tadi terpisah saat dirinya sedang mengambil minum. Tangannya ditarik oleh seseorang dan langsung membungkam mulutnya. "Jangan teriak, ini gue!" Bisik Raja di samping telinga Dara. "Raja?" "Iya gue!" Raja memeluk gadis di depannya itu dengan erat membuat Dara tak bisa melepaskan pelukan Raja. "Gue mohon jangan lepasin pelukan gue sekarang! Gue mau lo turutin permintaan gue selanjutnya." ucap Raja yang membuat Dara hanya terdiam tanpa berkutik sedikitpun. "Gue mau lo lupain Rangga mulai sekarang! Coba buka hati lo buat gue! Gue cuma minta itu! seandainya gue gagal dapetin hati lo, gue akan mundur!" Suara Raja terdengar serak. Raja melepaskan pelukannya, dan mencium singkat kening Dara, membuat gadis itu mematung. Jantungnya berdetak hebat. Badannya lemas, dia bingung harus berkata apa. Dan beberapa menit kemudian, lampu pesta menyala. *** Ada apa dengan Dara dan Raja? Dan apa yang membuat Dara harus melupakan Rangga? Dan apakah bisa Dara mencintai Raja? Kalian penasaran?? Pasti iya kan?? Baca "Evidence" sampai selesai ya!!! Terima kasih?
All Rights Reserved
#219
dara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • ALVANSA [Completed]
  • Please, Love Me (END)
  • Fourple Of Love
  • Diary Raka [Selesai]
  • ADARA [REVISI]
  • Kinara, Penipuan Cinta
  • Narasi patah hati
  • DARKA
  • Aksara Lingga

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines