Sajak Anak IPA

Sajak Anak IPA

  • WpView
    Membaca 24,509
  • WpVote
    Vote 596
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 13, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Ketika mendengar kata anak IPA apa yang kalian pikirkan? Kutu buku Kepintaran Pendiam Anak emas Atau cupu mungkin? Itu semua identik dengan mereka. Tapi siapa sangka anak IPA pun ketika terserang virus merah jambu mereka mendadak menjadi seorang yang puitis mungkin bisa menjadi seseorang yang romantis. Mereka pun bisa membuat bermacam-macam quotes. Kadang kala mereka menyangkut pautkan dengan pelajarannya seperti Matematika, Fisika, Biologi dan kimia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#23
fisika
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ranjau Waktu
  • VANELA [On Going]
  • Top On You《END》
  • Putih abu-abu
  • IPA & IPS (TERBIT & SUDAH DISERIESKAN)
  • IPA & IPS
  • Putih Abu Abu (END)
  • ARKARA [PROSES REVISI]
  • Ketua OSIS vs Ratu Asbun (HARQEEL) [END]

Banyak yang bilang, masa putih-abu adalah saat yang tepat untuk cinta bersemu. Dua hati bertemu, bunga-bunga pun bermekaran. Serasa dunia milik berdua, yang lain buang saja ke lautan. Cinta, satu kata penuh makna. Berjuta tafsiran di sandingkan padanya. Arfan dengan game? Ya, itu cinta. Toro dengan konspirasi alien? Ya, itu cinta. Pak Galuh dengan tengkorak manusia purba? Ya, itu cinta. Pak Rama dengan ulangan matematika dadakan? Jangan percaya. Kalau yang ini bukan cinta namanya. Si Bapak saja yang terlalu senang membuat muridnya menderita. Apapun pendapat kalian soal cinta, itu hak kalian untuk percaya. Merupakan hak-ku pula untuk memilih apa yang mau ku yakini. bagiku, cinta itu omong kosong, penderitaan, bajingan, menjijikkan, ku biarkan kata-kata itu tertanam dalam kepercayaan; di biarkan menggebu, bersatu dengan emosi yang semakin berkobar bersamaan dengan panasnya telinga saat mendengar kikikan Ibu di halaman belakang. Ahh, yang lagi kasmaran. Bertelepon dengan selingkuhannya lagi, tuh.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan