Sofocante

Sofocante

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 3, 2018
Ini tentang dia yang menyimpannya sendiri. Perasaan yang tumbuh bertahun-tahun ia pendam sendiri. Perasaan sakit yang terus menjalar di relung hatinya ia pendam sendiri. Dia mencintainya. Dia pikir dengan terus berada di sisinya akan membuat seseorang tersebut berbalik menghadap ke arahnya dan membalas seluruh perasaan yang telah ia pendam dan jaga hanya untuknya selama bertahun-tahun. Tidak, bukan berbalik dan membalas perasaannya, langkah awal sebelum melakukan itu semua adalah ia harus menyadari perasaan gadis polos yang kini sedang berjuang untuk mendapatkan hatinya. Sempat gadis itu berpikir untuk berbalik dan membekukan perasaannya, namun ia tepis pikiran itu, toh ini sudah terlalu lama untuk menyerah. Dia tetap dia, gadis bodoh yang menjaga hatinya untuk lelaki buta. Lelaki yang tidak pernah melihat kehadiran dirinya. Lelaki yang tidak pernah bisa menangkap dan menerjemahkan semua perjuangan gadis lugu itu untuk mendapatkan hatinya. Mereka dekat, sangat dekat. Kedekatan mereka justru membuat salah satu di antara mereka merasakan sesak yang luar biasa ketika bersama. Menurut kalian apa yang harus ia lakukan untuk keluar dari portal menyakitkan ini?
All Rights Reserved
#52
kakakadikzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Valcano
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Back For Me (Completed)
  • TITIK LUKA
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • KHALILA AND OTHERS
  • Strong Girl Michella (END)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines