aku mencintaimu karena allah

aku mencintaimu karena allah

  • WpView
    LETTURE 95
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, nov 14, 2018
Aku melihatmu pertama kali dengan senyuman semanis qorma.. Memandangku seolah matamu adalah bahtera.yang ingin membawaku pada rupa kebahagian.. Dari rautmu yang penuh keteduhan,wajah sendumu,tutur kata kesopanan dan kelembutan bicaramu.. Disana kudapati sesuatu yang berbeda.kamu lain dari mereka yang bertabur pesona.. Ada debar begitu ter iqra dijantungku..iman dan takwamu yang meluluhkan hati mampu menumbuhkan bunga bunga rindu dihatiku.. Kamu kekasih idaman setiap insan. Apakah aku bisa mendapatkan cintamu itu?? Hingga suatu hari aku pun tau kamu mempunyai rasa yang sama denganku sehingga hatiku berbunga bunga..tapi saat itu kita belum diizinkan untuk bersama..dan saat itu kamu pun harus pergi untuk meneruskan pendidikanmu.. Dan setelah bertahun tahun kita terpisah. dengas atas izin allah kita pun akhirnya bertemu.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Unfinished Goodbye
  • SECOND LEAD
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Ambiguous
  • Air Mata Cinta
  • All of the stars [Bulan's]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • UNREQUITED LOVE
  • When Love is Breaking

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti