Cinta Dua Hati

Cinta Dua Hati

  • WpView
    Reads 16,398
  • WpVote
    Votes 276
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Caramu mencintaiku menyempurnakanku, menjadikanku ratu di kerajaan cintamu, suamiku Muhammad Al Fatih. Walau kesempurnaan cinta tak ayal menjadi uji, karena kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah saja. Cinta sulit untuk ditebak, tak jua mudah diterjemahkan, hadir mengikuti kemana arah rasa itu mengalir. Jangan pernah tanyakan alasan mengapa bisa mencinta, karena cinta tak membutuhkan alasan dan tak membutuhkan sebab akibat. Hadirnya sosok lain dalam biduk rumah tangga menjadi ancaman tersendiri. Butuh kekuatan dan kedekatan kepada Allah agar menjadi pegangan untuk tetap bertahan.
All Rights Reserved
#18
cintaduahati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • AKU (BUKAN) ISTRI SIMPANAN [END]
  • Detik Datang Dan Pergi
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Sayap Mimpi Nayanika
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines