Junior, I Love You

Junior, I Love You

  • WpView
    LECTURES 318
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadTerminé mar., oct. 9, 2018
Tiba-tiba bertemu kembali dengan adik kelas sewaktu Sekolah Menengah Kejuruan dulu dilapangan tempatnya bekerja.. Awalnya semua biasa saja, tidak ada yang menarik, Nisa dan Dito hanya sering nonton sepakbola bersama di Stadion, sering bahas kenangan waktu kecil. Tapi semua berubah semenjak pertanyaan itu pernah terlontar spontan oleh dia. Nisa, panggilan akrab Anissa Nindya Pratama semakin menghindari pertemuan dan membatasi ruang geraknya. Hardianto Purwa Wicaksana atau Dito menjadi bingung kenapa Seniornya saat sekolah dulu berubah, dia tidak merasa bersalah dalam berinteraksi namun semakin hari, hubungan mereka semakin jauh. Entahlah, apa bisa mereka bersama nanti ??
Tous Droits Réservés
#250
clbk
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dari Meja Sebelah
  • Martanita [END]
  • Hanya badutmu [ END ]
  • Jess Dio and the "Sad Girl"
  • aku Dan kakak osis [ON GOING]
  • Jejak Rasa [TAMAT]
  • Love Story With My Friend
  • Hidden
  • TULIP [VIKUY]  (END)

Eja, seorang siswa pendiam, baru saja pindah ke SMAN 115. Hari pertamanya di sekolah baru terasa kikuk, sampai ia dikenalkan duduk sebangku dengan seorang cewek ceria bernama Nisa. Sejak hari itu, hidup Eja tak lagi sepi. Mereka cepat akrab-sering ngobrol, saling lempar candaan, dan jadi duo yang tak terpisahkan di kelas 10-2. Namun, segalanya mulai berubah saat Nisa naksir seorang cowok populer bernama Malik dari kelas sebelah. Eja, yang saat itu belum sadar perasaannya sendiri, malah jadi 'wingman' Nisa-membantu nyusun strategi, bikin surat, sampai jadi penyampai pesan. Sayangnya, sebelum Nisa sempat nembak, Malik sudah jadian duluan dengan Vana, cewek cantik dari kelasnya. Nisa patah hati, dan di situlah Eja jadi sandaran. Ia nggak hanya mendengar curhatan galau Nisa, tapi juga jadi satu-satunya orang yang bikin Nisa tetap senyum di tengah kecewanya. Karena pengaruh suasana dan rasa ingin move on, Nisa memutuskan keluar dari ekskul gambar dan pindah ke ekskul musik-eksul yang juga diikuti Eja. Di ruang musik itulah semuanya mulai berubah. Nisa dan Eja sering disuruh duet, dan tiap kali suara mereka berpadu, hati mereka juga ikut terhubung perlahan. Dari yang awalnya hanya sebatas teman sebangku, tawa dan lagu-lagu yang mereka nyanyikan mulai menumbuhkan rasa yang lebih dalam. Tanpa mereka sadari, melodi-melodi yang mereka ciptakan bersama, diam-diam menjadi bahasa cinta yang tak mereka ucapkan-setidaknya belum, sampai waktunya tiba.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu