Soulmate
  • WpView
    Membaca 793
  • WpVote
    Vote 75
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 2, 2018
Disclaimer ©Masashi Kishimoto Chara : Naruto x Hinata x Shion Rate : T Aku percaya bahwa seseorang terlahir dengan benang merah yang terlilit di jari kelingkingnya masing-masing. Benang itu akan menghubungkan seseorang dengan "seseorang lainnya" yang ditakdirkan untuk bersama namun sangat sulit untuk menemukan siapa yang tengah menunggu hingga diujung usianya. Aku telah terhubung dengan sosok gadis yang sangat mencintaiku dengan hebatnya. Namun aku terpaksa melepaskan benang takdirku dengannya. Aku membuat drama disisa akhir usiaku agar gadis itu lepas dariku. Aku menginginkan kebahagiannya meski tanpa diriku. Apa aku egois? Aku hanya terpaksa. Hinata adalah soulmate terhebatku. Ia adalah nafasku, hidupku. Dapatkah aku berakhir diujung usiaku tanpanya dengan sebuah rahasia yang kusimpan rapat darinya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#428
soulmate
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Extremely Loving You
  • Refuse Forget
  • Buying Love for Baby (COMPLETE)
  • Square (Empat Garis)
  • Not Cinderella
  • Badbye✔ [SasuHina]
  • The Deepest of Love (NaruHina) - END
  • Love vs Instinct
  • Theatrical Obsession
  • Fight Of Love (TAMAT) ✓
  • Enmeshed Yore
  • Infinite Dream ✅
  • MAMA | Hyuuga Hinata✔️
  • Light Of Love
  • Ending Scene [✓]
  • Mirai no Yakusoku (Janji Masa Depan)
  • This Is Just Love ❤
  • THE FALLEN ANGEL
  • Exist in Your Heart
  • Crossing Heart [END] ✅

Hinata tak pernah meminta perasaan ini. Perasaan begitu mencintai. Perasaan yang membawa rasa sesak dan rindu di saat bersamaan. Pria itu. Pria sama yang menyelamatkannya dengan senyum mataharinya, semangat apinya dan..... rasa benci terhadapnya. Semua terasa begitu hambar. Yang hanya bisa dia lakukan ialah bersembunyi. Mengikuti pria itu ke mana pun dia pergi. Melukis setiap ekspresinya dalam lembaran kanvas suci. Menyaksikan segala kegiatan yang dia lewati, tanpa berani mendekat hanya untuk sekedar menyapa. . . . ....Karena dia tahu, pria itu tak pernah menginginkan kehadirannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan