Eliot Bragsker and The Lost Moon

Eliot Bragsker and The Lost Moon

  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 4, 2018
Orang-orang menghilang? Jangan pikir itu penculikan. Serangan-serangan misterius seperti kebakaran, runtuhnya gedung-gedung ataupun gempa bumi dan tanah longsor? Jangan pikir itu ulah manusia dan alam. Kalian tidak mengetahui sebenarnya, sebab semua kejanggalan aneh itu hanya bisa dilakukan oleh para monster dari dimensi Lecelic, dimensi yang berisikan segala macam monster paling buruk, keji, dan paling hina di alam semesta. Dan, hal-hal itu terjadi berbarengan dengan hilangnya sang Penjaga Bulan, yang menjadi misiku untuk mencarinya. Aku Eliot Bragsker. Seorang Hegiolis, memulai petualangan yang penuh dengan kejutan, dan kematian yang kapan saja akan menyapaku jika aku tak berhati-hati.
All Rights Reserved
#164
world
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Evanescent
  • PURGATORI ARNOLD: KEABADIAN DALAM SIKSAAN
  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • Frostveil [COMPLETE]
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Annalise and The Underworld [Ending]
  • UTANG CINTAKU ADA DI MANA-MANA!
  • Echoes of the Drowned [ON GOING]
  • Obliviora [HIATUS]

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines