Nazla  Saffana

Nazla Saffana

  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Stimmen 55
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Juni 2, 2018
WpInfo
Belletristik
Gesellschaftliche Themen
Nazla Saffana. Mungkin saat mendengar nama itu, semua orang akan berpikir bahwa pemilik nama tersebut adalah gadis yang cantik dan anggun. Namun, nyatanya tak seperti itu. Nazla, gadis 16 tahun itu benar-benar gadis tomboi. Rambutnya yang pendek membuat semua orang beranggapan bahwa dia seorang laki-laki. Hingga hidayah itu tiba. Nazla yang memang ditakdirkan menjadi seorang perempuan tidak seharusnya berpenampilan dan bersikap seperti seorang laki-laki. Hidayah itu Allah titipkan melalui Naifa, sahabat barunya. Dan, apakah Nazla harus ikhlas mengakhiri hubungannya dengan Ihza yang sudah hampir 2 tahun dijalaninya? A Novel By : Nidiasfitaloka
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Menuju Hidayah-Mu
  • Hijab in School [END]✔
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Om Barra [TERBIT]
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Cinta dari Allah [TERBIT]
  • Astaghfirullah, Fuckboy Husband! [END]
  • •TAKDIR•
  • Ruang Biasa
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

Spiritual-Teen Fiction (ON GOING) Cover by: @liafadhilah Meskipun sudah berada di jalan yang benar, bukan berarti seseorang itu pasti mampu memegang keistiqamahannya. Sama halnya dengan gadis di kisah ini. Dia Afika Sidqia A., salah satu siswi di SMA N Bakhti Bangsa yang duduk di kelas 11 IPA 3. Tak banyak yang mengenal dia. Sifatnya berubah selama sepuluh tahun terakhir membuat Afika harus menjaga jarak dengan beberapa orang, terutama makhluk berstatus lelaki. Namun semuanya berubah saat semesta mempertemukan Afika dengan seorang siswa pindahan. Ketika Afika menemukan jawaban atas teka-teki yang membuat hidupnya kacau berkat perempuan yang ia jumpai tanpa sengaja. Dirinya merasa sangat berdosa. Niat untuk menjemput hidayah itu ada. Namun ketika Afika ingin memantapkan berhijrah, ada sebuah kebimbangan yang menyurutkan niat awalnya. Akankah Afika memilih untuk tetap hijrah? Atau justru kembali jatuh ke lubang yang sama, bahkan jauh lebih dalam dari sebelumnya?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien