Biyanka

Biyanka

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 11, 2018
Cinta? Akankah aku mengenal kata itu Akankah aku bisa merasa.. disaat menjalani roda kehidupan ini, banyak hal yang menyangkut kata itu hingga membuat trauma didalam benak ini. Namun, Aku tetap bersyukur.. Allah masih menanamkan rasa cinta ini pada-Nya dan Rasulullah Usiaku kini 23 tahun, namun tak ada rasa cinta pada ikhwan.. terbersit rasa sekalipun tidak hingga... Ia datang memberitahuku arti cinta yang sesungguhnya bukan sekedar memiliki atau hidup bersama, namun bagaimana caranya agar saling mencintai berlandaskan kecintaanku pada Rabbku
All Rights Reserved
#25
hidayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Story Of love  " Ana Uhibukki Fillah "
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Takdir Dalam Do'a
  • senja di matamu
  • Pelabuhan Terakhir (Proses Cetak)
  • Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Mencintaimu Karna Allah
  • Rinai
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines