Untuk Mama

Untuk Mama

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 17, 2018
"Dasar istri tak tahu diri, jelas-jelas Marsela itu staf di perusahaanku dan kamu menuduhnya selingkuhanku !!" Papa mengeluarkan amarahnya setelah mama menuduh, terlalu baik menyebutnya menuduh karena jelas-jelas aku melihat papa bersama jalang itu, Marsela. Mama yang mendapat semburan amarah seperti itu tersengal-sengal setelah sebelumnya berurai air mata. "Pah ma..ma gak- Aku tak tahan dan tak sudi melihat pemandangan itu dari celah pintu, pemandangan mama yang berurai air mata dan mendapat semburan amarah dari papa ditambah pengalaman pertama kalinya. "Pah !! Teriaku dengan membuka pintu dan membantingnya dengan keras agar fokus papa teralihkan, dan berhasil. Dengan langkah lebar aku menghampiri papa. "Aku tahu semua kebusukan papa, jangan karena mama polos dan lemah papa dengan mudahnya tergoda jalang itu- Plakk Belum sempat kata-kataku selesai, tamparan keras lebih dulu mendarat di pipi kiriku, menghentingkan kata-kataku dan menghentikan langkahku. Papa menatapku dengan tatapan bengisnya, tak ada lagi mata teduh dan senyum ramahnya, ia sangat asing bagiku. "Papah.." Satu kata itu yang keluar dari mulutku sedangkan tangan kiriku memegangi bekas tamparan yang tadi ia layangkan. Dadaku bergemuruh, tangisku seakan ingin pecah namun aku bosan menangisi seorang pecundang, pengkhianat berwajah papah. Dengan gerakan cepat tanganku mencengkram kemeja papah dan melayangkan pukulan tepat di rahangnya, tubuhnya limbung karena mendapat seranganku yang tiba-tiba. Papa langsung terjungkal aku memanfaatkan kesempatan dengan menaiki tubuhnya *abaikan posisinya 🙈* Tanganku terus menghujaminya dengan pukulan di wajah seperti pemain tinju yang sering aku tonton di notebook, tak membiarkannya mendapat giliran melawan. Bukk Bukkk Bukkk Cover by @ErnaW_E Yakin mau baca ? So, next di prolog ada kelanjutannya. Happy Reading 😇 **PLAGIAT Jauh-jauh 👊👊**
All Rights Reserved
#55
hororr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benci Raka Cakrawala || TERBIT
  • RAVEN [ ✔ ]
  • [ Anagata👑 ]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • AZELLO [END]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • Become Baby Boy✓
  • Memorable

🗣️ attention! Bijak dalam membaca, dikarenakan karya ini sudah terbit✨ SPOILER "Bangun Lya." Malya menoleh. "Raka?" "Ada yang mau gue omongin." Malya mengernyit. "Kamu mau jawab semua pertanyaan aku?" "Lo harus nikah sama gue." Malya syok. "Hah?" Ia pun beranjak dari duduknya, lalu seketika menghampiri Raka. "Kamu nggak waras ya?" ketusnya. "Gue nggak minta lo jawab sekarang, gue bakal kasih lo waktu." "Kamu gila Raka! Mama aku baru aja meninggal, kamu mau kita nikah! Di mana otak kamu!" Spontan Malya emosi. Tidak ada respon dari Raka, diamnya membuat Malya semakin geram. "Aku gamau kamu ada di sini. Lebih baik, kamu pergi!" "Lo bisa jadiin gue tersangka dalam kasus pembunuhan Mama lo." "Apa kamu yang membunuh Mama aku?" Suara Malya dengan parau. Lagi dan lagi pertanyaan Malya dijawab sama oleh diamnya Raka, yang membuatnya yakin bahwa Raka benar membunuh Mamanya. Meskipun tak mengatakan iya, perasaan sakit menjalar ke raga Malya. Plakkkhhhh. Tamparan keras dari Malya pada Raka. Sekaligus tamparan pertama bagi seorang Raka. "Kenapa kamu lakuin itu! Apa salah Mama aku sama kamu!" ucap Malya emosi yang seketika air matanya kembali berderai begitu saja. Ia mendorong kasar dada Raka semampunya, dengan tenaga yang tersisa. Hikkksss hikkksss hikkksss. "Kamu nggak ada otak Raka! Kamu gila!" rintihnya kembali lalu jatuh terbungkuk melemah. Seketika Raka berbalik, lalu meninggalkan Malya begitu saja. Langkahnya memberikan interupsi pada dua pengawal di sana untuk mereka membawa Malya. "Aku mau dibawa kemana, lepasin!" Sontak Malya terkejut kala kedua tangannya diraih oleh dua orang berbadan besar. "Tolong nyonya, biarkan kami menjalankan tugas." "Aku benci sama kamu Raka! Aku benci! Dasar pembunuh!" emosi Malya yang sama sekali tak dihiraukan oleh Raka. ~: Langsung baca aja yuk!!!🙌🧐

More details
WpActionLinkContent Guidelines