Story cover for MANISKU by wicaksono1988
MANISKU
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published May 31, 2018
Manisku "Surat Untuk Cinta", begitulah aku menyebutnya. Kisah nyata yang aku alami bersamanya, coba kutuangkan dalam bentuk kisah ini. Kisah yang begitu istimewa yang pernah aku alami bersamanya. Kisah romansa yang akan menjadi kenangan tak terlupakan seumur hidupku, bersama denganmu Manisku.
All Rights Reserved
Sign up to add MANISKU to your library and receive updates
or
#142surat
Content Guidelines
You may also like
Bawa Aku Pulang (End) by Rizardila
9 parts Complete
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
You may also like
Slide 1 of 9
Aku Dan Runi cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Antara Aku dan Klasiku  cover
Denaya : Tahanan Masa Lalu "The Search Of True Love And Trauma Healing" cover
Tetaplah Bersamaku🌹 (pending sesaat) cover
Cinta Yang Tertukar (finish✔️) cover
Ego Cinta cover
TIGA TALI CINTA cover
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover

Aku Dan Runi

15 parts Complete

"Aku Dan Runi" Menceritakan tentang hubungan antara dua hati yang berambisi akan mewujudkan ketulusan makna dari sebuah cinta sejati. Namun setelah bertahun-tahun lamanya bersama, ada sebuah masalah besar yang harus kami alami melibatkan masalah bagi keluarga kami, sehingga membuat Runi terpaksa harus pindah rumah keluar kota, dari situ kebersamaan kami pun terpisahkan oleh jarak. Seiring berjalannya waktu apa yang direncanakan dan cita-citakan oleh kami jauh dari sebelumnya harus berakhir begitu saja karena terlalu banyak masalah yang dialami setelah menjalani suatu hubungan yang berjarak. Cerita ini diangkat dari kisah nyata perjalanan cintaku sendiri pada 12 tahun yang lalu dengan perempuan yang bernama Runi, perempuan yang cantik, manja, bawel dan cerewet, namun perempuan ini juga mempunyai hati yang baik, berperilaku lucu dan seorang yang sangat penyayang. Tujuan aku menulis ini hanya untuk mencurahkan cinta, luka, rindu, marah, bahagia dan perasaan hancur sehancur hancurnya yang pernah aku alami. Semoga kalian yang membaca dan kalian yang bisa merasakan isi dari cerita ini bisa mengambil sebuah pelajaran positif dan bisa juga menjadikan cerminan untuk perjalanan cinta kalian dari pengalaman yang pernah aku alami. Cerita ini ditulis langsung oleh saya sendiri, Rufi.