Cold Girl (End)

Cold Girl (End)

  • WpView
    Reads 82,034
  • WpVote
    Votes 3,059
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 5, 2021
Hidup dalam kukungan kesepian adalah kesehariannya selama ini. Tak ada kepastian dari kedua orang tuanya untuk datang bahkan memberi kasih sayang padanya. Sunyi, sepi, dan sedih. Seperti tak ada kebahagiaan yang nyata, begitu datar dan monoton. Selama hidupnya, tak ada yang benar-benar mampu membuatnya merasakan nyaman dan diberi kasih sayang yang tulus dari seorang laki-laki. Hingga dia datang, membawa kebahagiaan untuknya. Menemani masa-masa sulitnya sebagai anak remaja. "Terima kasih karena telah hadir dalam hidupku. Aku tidak menyangka, bahwa kamu adalah sosok yang dapat memberikan sebuah kebahagiaan yang nyata. I really love you, and always love you with all my heart." Photo cover by pinterest Created by me and don't copy my story! 2018-2020 (Proses Revisi Kembali)
All Rights Reserved
#90
kisahkasihsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Me,You and the story we went through.
  • About Time
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • REMINISCENCE
  • SENIOR'S [END]✅
  • No Longer Mate
  • DEVIAN [END]
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines