Luka & Kerapuhan

Luka & Kerapuhan

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 1, 2018
"Kamu tahu?" "Tidak," "Yasudah!" "Jangan banyak yasudah, Arin." "Hah?" "Jatuhnya kamu kayak yang mengalah." "Jawaban tidak, sudah mewakili semuanya, Van." "Jawaban tidakku itu karena aku memang tidak tahu, tapi bukan berarti aku tidak mau tahu." "Yasudah biar ku beri tahu," "Jangan deh," "Lho, Kenapa?" "Simpan saja semua kata perkatamu, biar kita lanjutkan cerita kita terlebih dahulu." "Aku harap kamu tidak akan menjadi arwah penasaran, Van."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nestapa [END]
  • The Last Captain
  • Goresan Takdir
  • Gus Abizar
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • Transmigrasi Kematian Istri (end)

Benar kata orang, cinta adalah hasrat suci yang penuh kegilaan. Seperti awan yang rela menjadi hujan. Layaknya pelita yang membiarkan dirinya terbakar atas nama pengorbanan. Selagi ada harapan, aku terus berjalan menapaki kedukaan hanya untuk tetap bisa menggenggam tangannya dan berkata, "Aku mencintaimu." *Adwithya Criselda Ararinda* Adwi, aku mengutukmu menjadi orang paling menyedihkan di dunia ini. Siapa saja saja yang mencintaimu akan ditimpa duka dan kehilangan. Kau akan berakhir dalam kemalangan. Sendirian. *Widyanatha Derkainka* TERSEDIA E-BOOK

More details
WpActionLinkContent Guidelines