Story cover for Sheyla by Yutra0524
Sheyla
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jun 01, 2018
Ini bukan hanya kisah tentang aku dan kamu, tapi ini kisah tentang kita. Tentang cinta, persahabatan, dan juga penyesalan. 


"Disaat kau dihadapkan pada dua pilihan. Saat itulah kau akan mengerti,bahwa hidup harus memiliki tujuan"  Asheyla Nafisha Althalif


"Jika sebagian orang merasa hidup ini tidak adil maka tidak bagiku. Aku selalu bersyukur karena tuhan telah membiarkan aku hidup dan mempertemukanku dengan dirimu" Alfathra Reynaldi Al Kahfi


"Adakalanya aku merasa bahwa kamu
 adalah tujuan hidupku. Tapi terkadang harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan" Galih Maula Shagufta


"Aku hanya bisa diam menyaksikan semuanya. Disaaat aku mengharapkanmu, kamu mengharapkannya.  Disaat aku ingin berhenti mengharapkanmu, kamu justru memintaku agar selalu ada didekatmu" Anya Raudhatul Ishaq
All Rights Reserved
Sign up to add Sheyla to your library and receive updates
or
#3sheyla
Content Guidelines
You may also like
Aku Mati Rasa Perihal Cinta by cahyaaa18
51 parts Complete
~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta dalam Diam(End) cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
Aku Mati Rasa Perihal Cinta cover
Lara cover
[Complete] Senja di balik Hujan cover
Moqeel 'shackled obsession' cover
Rebel's cover
Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE] cover
AZALEA cover

Cinta dalam Diam(End)

16 parts Ongoing

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?