Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh

  • WpView
    Reads 437
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 26, 2018
Kisah seorang anak yang bernama Arumi Dwi Sari yang dibesarkan ditengah pertengkaran kedua orangtuanya, yang setiap hari tidak ada cara bagaimana menyelesaikan pertengkaran itu. - - - - - "tidak ayah! Aku tidak membunuhnya, aku tidak sengaja ayah"ucapnya sambil menangis keras. "kenapa ini?"tanya Ayahnya kepada Arumi yang sedang menangis sesegukan. "Anjani.. Anjani.."ucap ayahnya sambil menangis dan menggoyangkan tubuh ibunya. "tidak ayah. Ak... Aku.. Aku tidak tau ini, aku tidak tau"Ucapnya sambil berusaha menjelaskan.
All Rights Reserved
#193
arumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allah Selalu Bersamaku
  • ALRIN
  • pelangi setelah badai
  • sebenci itu??
  • Arkanza
  • ZENI
  • Twelve Hearts Under One Roof
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • yang tak di inginkan  ( virgi )

Arumi Keyra Alexander, berusia 21 tahun, Arumi memiliki kecantikan alami dengan kulit putih, mata coklat yang mirip dengan ibunya, hidung mancung, dan alis tebal. Kehidupan tanpa figur ayah dan kurangnya perhatian membuatnya berkembang menjadi pribadi yang keras kepala, emosional, dan berani. Kehidupan Arumi di warnai dengan kebebasan tanpa batas agama. Karena tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak mengutamakan nilai-nilai agama, sehingga ia menjadi gadis yang tidak tertarik dengan hal-hal keagamaan. Hingga suatu ketika, ia tiba-tiba mengambil keputusan yang membuat semua keluarganya terkejut. Langkah ini membuat perlawanan keras dari keluarganya yang tidak memahami dibalik keputusannya. *** Plak! Kepala gadis itu langsung menoleh ke kiri saat mendapat tamparan keras dari ibunya. Sangat jelas raut wajah wanita paruh baya itu langsung berubah saat mendengar ucapan Arumi. Malam itu, pukul 20:00, rumah hanya dihuni oleh Sarah dan Arumi, karena ketiga saudaranya belum pulang. Sarah yang biasanya pulang larut malam dari butik, malah mendadak pulang lebih awal. Alhasil, terjadilah adu cekcok antara ibu dan anak itu. "KAMU GILA HAH?!" bentak Sarah Lagi-lagi Arumi menggeleng "Ngga Ma, aku ngga gila. Keputusan ini udah aku pertimbangin beberapa hari lalu, tapi aku ngga pernah punya kesempatan bicarain ini karena mama selalu sibuk" "Ngga! Mama ngga setuju!" tegas Sarah Arumi memelas "Mah, pleasee" "Kalau Mama bilang ngga, ya ngga!" Sarah bersikukuh °°° Sebenarnya, apa yang mendorong Arumi mengambil keputusan besar ini? Apakah ada motif yang tersembunyi dibalik perubahannya, atau memang murni keinginannya sendiri? Dan apakah perubahan ini akan membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi Arumi? Ataukah mungkin, malah sebaliknya? Terus ikuti kelanjutan kisahnya... . . . MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR‼️ Yang plagiat, kuku jempolnya copot😠 Happy Reading!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines