Jejak Naluri

Jejak Naluri

  • WpView
    Reads 6,957
  • WpVote
    Votes 202
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 24, 2019
⚠⚠ Ruangan gelap penuh asap juga sesak, menidurkan pilu semakin erat dan merekat semakin jauh ke dalam benak. Langit-langit seketika membiru, menertawakan gerombolan burung-burung terbang ke sana kemari. Bersama kicauan nada harmonika, mereka menari bak penari profesional yang menjuarai beberapa festival. =============== Setiap manusia memiliki jalan yang berbeda, perisitiwa yang tidak dapat di duga. Bisa jadi hari ini kita bersedih, mana tahu hari-hari berikutnya keberuntungan menghampiri duniamu. Berlari lah secepat kijang, tanpa menoleh, melirik sesuatu pahit di waktu yang silam. ============== Salam literasi, salam Senda Sastra!!!
All Rights Reserved
#143
qoutes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Lembut Seperti Doa
  • Jayy.id
  • LAKSAXENA [END]
  • HATI YANG MERINDU ( THE LOVING HEART )
  • The Pendant (On Going)
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Tangisan Hati (Completed, Cacat Logika)

Lila pikir dia akan bahagia bersama Dewa, pria yang telah di utuskan sang Ayah menjadi suaminya sebelum sang Ayah meninggal dunia. Lila masih mengingat kata kata sang Ayah bahwa Dewa lah yang akan menjaganya, yang akan selalu ada untuk Lila kapan pun itu. Namun, semuanya tidak seperti yang Ayahnya katakan. Dewa adalah pria yang tidak pernah peduli dengannya. Dewa yang selalu tak menganggap dirinya seorang istri. Seandainya Dewa mengerti dengan posisi Lila, seorang gadis yang begitu penurut namun rapuh. Seolah tak ada tujuan hidup hanya karena dirinya begitu hampa. Lila pikir Dewa yang akan menjadi tujuan hidupnya. Seseorang yang mampu membuatnya tetap semangat menjalani kenyataan. Namun, semuanya hanya semu. Lila yang merasa di sia siakan berhenti untuk berharap kepada Dewa , berhenti untuk menangisi Dewa dan menyerah untuk kisah selanjutnya. ..................... " Rasa sakit ini tak akan pernah terobati. Tetapi, walaupun kamu melukai ku hingga aku lelah. Aku tidak pernah menyesal telah mencintai mu. Aku tidak pernah menyesal mengenal mu. Aku tidak menyesal karena telah kamu sakiti. Aku telah jatuh cinta, sampai kapan pun begitu. Hingga akhir sisa nafasku, aku akan selalu mencintaimu, Mas Dewa "

More details
WpActionLinkContent Guidelines