CH4NGED
  • WpView
    Reads 1,797
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 13, 2021
Official Song : Melukis Senja - Budi Doremi *** "Menurut lo, apa yang lebih menyenangkan?" tanya Senja. "Semburat jingga dari sang senja," sahut Petang sebelum duduk di samping gadis itu. "Kalo menurut kamu?" "Ada yang lebih menyenangkan dari semburat senja. Yakni, tawa sang Petang." *** Tentang perjalanan seorang anak durhaka dengan kepribadian kurang baik yang tiba-tiba kembali ke hari kelahirannya, 17 September 2ØØ7. Terdengar mustahil, bukan? Namun, Radinka Senja sempat mengalaminya. Di masa itu, ia bertemu seorang laki-laki sebaya dengannya, bernama Petang Harianto. Sejak saat itu, walau hanya terasa seperti 4 jam ke depan, keduanya mendapat pengalaman sekaligus pelajaran yang takkan mudah terlupakan. Copyright © 2Ø21 by Matchaletta (Slow Update)
All Rights Reserved
#8
petang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • LANGIT SENJA [TERBIT]
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Terikat Cinta
  • Cerita dari Senja
  • Senja dan Jingga
  • Belenggu Obsesi Langit
  • Tentang Senja [VERSI REVISI]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines